Thursday, March 13, 2014

MANFAAT SIKAP POSITIF by SU_ONE_THE



Q-DING SUWANDI
Kesuksesan adalah hasil sikap kita yang terdiri berbagai pilihan. Untuk meraih sukses sangat diperlukan sikap positif dalam memperjuaangkannya. Berjuang menegakkan suatu bisnis tanpa harapan positip terhadap bisnis yang kita geluti niscaya kemustahilan untuk sukses.  Sikap positif merupakan nafsu yang setiap saat  berdegup dalam pengendalian bisnis kita. Ia menjadi power  atau batrei yang luar biasa heba tnya di dalam pengendalian daya tahan dan daya juang bisnis yang kita bangun.
MANFAAT SIKAP POSITIF
1.      Meningkatkan Produktivitas
Sikap positif akan meningkatkan produktivitas anda. Produktivitas adalah sikap mental (attitide of mind) yang mempunyai semangat untuk bekerja keras dan ingin memiliki kebiasaan untuk melakukan peningkatan perbaikan. National Productivity Bord Singapore pernah menyebutkan bahwa perwujudan sikap mental dapat terlihat dalam berbagai aktivitas antara lain:
Yang berkaitan dengan diri sendiri dpat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, disiplin.
Yang berkaitan dalam pekerjaan dapat dilakukan melalui menajemen dan meteode kerja yang lebuh baik, penghematan biaya, tepat waktu sistem dan teknologi yang lebih baik.
2.      Mendorong Kerja Kelompok
Salah satu poin penting terjadinya kerja kelompok adalah hadirnya sikap toleransi, kebersamaan, dan kesetaraan dalam kerja. Kerja kelompok yang silid dan bagus akan memiliki nilai menyumbangkan tenaga, pikiran, dan biaya untuk untuk mewujudkan impian bbersama.
3.      Mengatasi Permasalahan
Sikap positif senantiasa akan mengembangkan sikap-sikap untuk tidak mempermasalahkan masalah, melainkan mencari solisi atas masalah. Orang yang gagal adalah orang yang selalu memperasalahkan masalah atau mencari alasan pembenaran atas masalah yang dihadapi atau kegagalan yang di hadpi. Sebaliknya orang yang sukses adalah orang yang selalu mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
4.      Meningkatkan Kualitas
Sikap positif membuat hidup kita lebih berkualitas. Pandangan yang senantiasa berorentasi pada masa depan yang masih panjang haruslah lebih berkualitas. Sikap dan pikiran positif memberikan arti dan dorongan yang luar biasa di dalam menyongsong masa depan yang lebih berkualitas.
5.      Menciptakan Atmusfir baik yang menyebar
Sikap positif akan mengeluarkan antusiasme pada yang lain. Orang – orang disekeliling anda akan ikut irama antuasme hidup, dan senantiasa optimis terhadap masa depannya yang akan memberikan keyakinan besar kepada orang di sekelilingnya bahwa hidup pasti sukses.
6.      Membentuk Royalitas
Loyaritas terbentuk karena adanya keyakinan besar bahwa bisnis yang anda bangun memiliki harapan di masa depan.
7.      Meningkatkan Keuntungan
Dengan loyaritas yang baik di dukung dengan produktifitas yang tinggi dan harapan masa depan yang baik, maka keuntungan dengan sendirinya akan meningkat, karena sikap positif yang melekat dalam diri kita.
8.      Mendorong Hubungan yang lebih baik antarsesama
Hubungan yang baik antar sesama menjadi lebih baik karena tidak adanya kecurigaan, saling menjatuhkan, saling percaya, dan perasaan saling membutuhkan.
9.      Mengurangi Setres
Salah satu caya mengurangi setres adalah dengan menghadapi masalah dengan sikap positif karena tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.
10.  Menjadi anggota kelompok masyarakat yang berguna.
Dengan sikap positif yang dibarengi produktifitas terus-menerus maka akan dipandang masyarakat sekeliling anda sebagai simber inspirasi unruk maju, karena kita dianggap mampu menyelesaikan masalah dengan baik dan bijak, masyarakat pun memperoleh manfaat besar atas kehadiran kita.
11.  Merupakan aset peting Negara
Negara ini memerlukan banyak orang yang senantiasa mengelola negara dengan pikiran positif. Seperti para pahlawan yang menjadi inspirator bagi rakyat dan bangsanya. Mereka senantiasa bersikap positif didalam menyelesaikan berbagai permasalahan di zamannya.
12.  Membentuk peribadi yang menyenangkan
Salah satu manfaat sikap positif adalah akan melahirkan kepribadian yang menyenangkan, bersahabat, dan bersahaja. Berbisnis dengan kepribadian yang demikian akan membuat para pelanggan tidak mau kehilangan relasinya.

Friday, March 7, 2014

Resume Buku Tarbiyah Dzatiyah by : @Ridwan_Keilmuan

Tarbiyah Dzatiyah
Penulis : Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan
Tarbiyah Dzatiyah ialah sejumlah sarana Tarbiyah (pembinaan), yang diberikan orang Muslim, atau Muslimah, kepada dirinya, untuk membentuk kepribadian islami yang sempurna diseluruh sisinya ; ilmiah, iman, akhlak, social, dan lain sebagainya, dan naik tinggi ketingkatan kesempurnaan sebagai manusia. Atau dengan kata lain, Tarbiyah Dzatiyah ialah Tarbiyah seseorang terhadap diri sendiri dengan dirinya sendiri. Adapun urgensi Tarbiyah Dzatiyah yaitu :
1.     Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain.
2.     Jika anda tidak mentarbiyah (membina) diri anda, siapa lagi yang mentarbiyah anda ?
3.     Hisab kelak bersifa individual.
4.     Tarbiyah Dzatiyah lebih mampu mengadakan perubahan.
5.     Tarbiyah Dzatiyah adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqomah.
6.     Sarana dakwah yang paling kuat.
7.     Cara yang benar dalam memperbaiki realitas yang ada.
8.     Tarbiyah Dzatiyah isitimewa.
Namun tidak semua orang mau untuk mengamalkan Tarbiyah Dzatiyah, hal ini dikarenak oleh beberapa faktor, diantaranya :
1.     Minimnya ilmu
2.     Ketidakjelasan sasaran dan tujuan
3.     Lengket dengan dunia
4.     Pemahaman yang salah tentang Tarbiyah
5.     Minimnya basis Tarbiyah
6.     Langkanya murabbi (Pembina)
7.     Perasaaan akan panjangnya angan-angan
Sarana-sarana Tarbiyah Dzatiyah
Sarana pertama : Muhasabah
Muhasabah yaitu mengevaluasi terhadap diri atas kebaikan dan keburukan yang telah dikerjakan, menneliti kebaikan dan keburukan yang dimiliki, agar tidak terperanjat kaget dengan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya pada hari kiamat.
Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr :18)
Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa, melakukan Muhasabah sangat penting.
Sarana kedua : Taubat dari segala dosa
Setelah seseorang melakukan Muhasabah, tahu dosa dan pelanggarannya, maka langkah selanjutnya ialah melakuakan pembersihan sebelum pengisian. Caranya dengan bertaubat dari segala maksiat, aib, dan ketidaksempurnaan dari aspek pemikiran, amal, akhlak, dan lain sebgainya.
Sarana ketiga : Mencari ilmu dab memperluas wawasan
Mencari ilmu dan memperluas cakrawala merupakan unsur penting dalam Tarbiyah Dzatiyah karena bagaimana seseorang dapat men-Tarbiyah dirinya, dengan tarbiyah yang benar, jika tidak tahu hal hala, haram, kebenaran, kebatilan, manhaj, dll. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab r.a berkata, “Ketahuilah, mencari ilmu itu wajib  dan ilmu itu menyembuhkan hati yang sakit. Yang paling penting bagi seseorang ialah ia tahu agamanya. Sebab, mengetahui dan mengamalkannya itu jalan masuk surge.”
Sarana keempat : Mengerjkan amalam-amalan iman
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
1.     Mengerjakan ibadah-ibadah wajib seoptimal mungkin
2.     Meningkatkan porsi ibadah-ibadah sunnah
3.     Mengerjakan ibadah dzikir
Sarana kelima : memperhatikan aspek akhlak (moral)
Islam sangat peduli dengan aspek akhlak yang baik. Seluruh perintah, larangan, ibadah, dan ketaatan islam membuahkan hasil positif, bagi jiwa dan kehidupan manusia. Diantara hasil terbesar  akhlak terkait dengan hak Allah ta’ala ialah takwa kepada-Nya, takut dan cinta kepada-Nya, serta sengang dengan-Nya. Hasil positifnya terkait dengan hak manusia ialah berakhlak baik ketika bergaul dengan mereka dan berbuat baik kepada mereka, karena agama adalah muamalah.
Sarana keenam :  terlibat dalam aktivitas dakwah
Terlibat dalam aktifitas dakwah adalah sarana Tarbiyah Dzatiyah yang penting, karena Allah ta’ala menyebutkan di surat al-Ashr bahwa orang yang tidak rugi di akhirat ialah orang-orang yang memiliki empat sifat. Yaitu beriman kepada allah ta’ala, beramal shalih, saling berwasia dalam kebenaran, dan saling berwasia untuk sabar.
Saran ketujuh : Mujahadah (jihad)
Orang muslim tahu betapa sulitnya merealisir Tarbiyah Dzatiyah secara sempurna, kecuali jika ia memenuhi syarat-syarat yang diperlukan dan menyiapakn kondisi-kondisi yang sesuai. Di antara syarat dan kondisi yang paling penting untuk disiapkan ialah jihad melawan jiwa, hingga melaksanakn kewajiban, meninggalkan maksiat, terbiasa mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, dekat dengan Allah ta’ala, dan merindukan akhirat. Sebab, upaya beristiqomah di atas perintah-Nya dan mendapatkan kesucian sempurna itu penuh dengan kelelahan, kesulitan, dan dihadang musuh-musuh.
Sarana kedelapan : Berdoa dengan jujur kepada Allah ta’ala
Ini merupakan hal yang penting, karena jika orang muslim tidak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari Allah ta’ala, tidak punya semangat dan tekad untuk mewujudkan keinginannya serta menolak hal-hal yang tidak disukainya, maka ia tidak mungkin merealisir itu semua dengan kecerdasan dan potensinya, kendati ia sangat hebat. Doa menjadi salah satu sarana Tarbiyah Dzatiyah karena doa adalah permintaan seorang hamba kepada Tuhannya, pengakuan ketidakberdayaan dan kemiskinan dirinya, pernyataaan tidak punya daya dan kekuatan, serta penegasan tentang daya, kekuatan, kodrat, dan nikmat Allah ta’ala.
Adapun hasil dari Tarbiyah Dzatiyah yaitu :
1.     Mendapatkan ridha Allah ta’ala dan surga-Nya
2.     Bahagia dan tentram
3.     Dicintai dan diterima Allah
4.     Sukses
5.     Terjaga dari keburukan dan hal-hal tidak mengenakan
6.     Keberkahan waktu dan harta
7.     Sabar atas penderitaan dan kondisi
8.     Jiwa merasa aman

RESUME BUKU ISTI’AB, Menigkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah by Putri Dona Balqis



RESUME BUKU ISTI’AB, Menigkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah
PENGARANG: Fathi Yakan
PENERBIT  : Robbani Press
Tahun pertama terbit (asli): 1983 M

ISTIA’B DALAM DAKWAH DAN DA’I
§  Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’i untuk menarik objek dakwahnya(mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelekual, kejiwaan, status sosial, dan lain sebagainya. Atau dengan kata lain isti’ab merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahiyah yang membantu para da’i dan menjadikan mereka mercu suar dan poros bagi masyarakat, sehingga mereka senantiasa berputar dan berkerumun disekitarnya.
§  Tingkat kemampuan dalam isti’ab ini ibarat tingkat kemampuan bejana. Sebuah bejana ada yang mampu menampung lebih banyak dibanding ratusan bejana yang lain. Sebagaimana ada seseorang da’i yang mampu menampung dan mendekati orang-orang yang tidak mampu ditampung dan didekati oleh ratusan da’i lainnya.
§  Isti’ab eksternal adalah penguasaan terhadap orang-orang yang berada di luar dakwah, di luar organisasi. Istia’b internal adalah penguasaan terhadap orang-oang yang berada di dalam organisasi. Isti’ab eksternal bagaikan produsen yang membeli bahan baku. Sedangkan isti’ab internal ibarat proses produksi.
§  Isti’ab eksternal
Beberapa tuntutan yang harus dipenuhi para da’i dalam proses isti’ab dan rekrutmen. Diantaranya:
1.   Kepahaman tentang agama
Seorang da’i senantiasa akan ditanya tentang berbagai hal, karena itu apakah ia akan menjawab dengan pendapatnya sendiri ataukah menjawab dengan islam yang telah dipahaminya? Jika tidak mengerti islam, apakah ia layak menjadi pemimpin bagi masyarakat Muslim? Mungkinkah ia melaksanakan syari’at, tanpa memiliki pengetahuan tentang syariat.
katakanlah: adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat mmenerima pelajaran” Q.S 39:9
Dalil lainnya: Q.S 45:18; Q.S 24:40
2.  Keteladanan yang Baik
“mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri(kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab(Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” Q.S 2:44
Dalil lainnya: Q.S 42:15; Q.S 61:2-3; Q.S 24:40
3.  Kesabaran
“dan mintalah pertolngan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang beriman” Q.S 2:45
Dalil lainnya: Q.S 20:130; Q.S 22:34-35; Q.S 2:153; Q.S 2:155; Q.S 39:10; Q.S 32:24;
Dari Ibnu Musayyab r.a, ia berkata: “ketika Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabatnya, ada seorang lelaki yang menyakiti Abu Bakar, tetapi Abu Bakar diam saja. Kemudian orang itu menyakitinya lagi, tetapi Abu Bakar tetap dia saja. Kemudia oran itu menyakitiinya untuk yang ketiga kalinya lalu Abu Bakar pun membalasnya. Menyaksikan hal ini, Rasulullah pun bangkit, lalu Abu Bakar bertanya: “apakah engkau mendapati aku telah bersalah wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda:“ malaikat turun dari langit mendustakan apa yang dikatakan oleh orang itu. Tetapi ketika kamu membalasnya maka malaikat itupun pergi dan setan pun duduk. Karena itu, aku tidak suka duduk bersama setan.” (H.R Abu Dawud)
4.  Santun dan Lemah Lembut
“maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka,dan bermusyawarahlah dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.” Q.S 3:159
Dalil lainnya: Q.S 41:34; Q.S 3:134; Q.S 25:63;
“Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal.” H.R Muslim
5.  Memudahkan bukan Mempersulit
“seorang Arab Badui kencing di masjid, kemudian orang-orang yang ada di masjid langsung bangkit dan berusaha menangkapnya. Rasulullah lalu bersabda: biarkan ia dan siramkan seember air pada bekas kencing tersebut, karena kalian hanya diperintahkan mempermudah, bukan mempersulit” H.R Bukhari
6.  Tawadhu’ dan Merendahkan Sayap
“sesungguhnya oarang yang paling aku cintai adalah orang yang paling baik akhlaqnya, yang merendahkan sayap, yang mau menghimpun dan dihimpun. Sedangkan orang yang paling aku benci adalah orang yang mengadu domba, yang memecah belah orang-orang yang saling mencintai, danmemcari-cari aib orang yang tdak berdosa.” H.R Thabrani
“tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan.” H.R Muslim
7.  Muka Berseri-seri dan Perkataan yang Baik
“...serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia...” Q.S 2:83
Dalil lainnya: Q.S 17:53; Q.S 33:70; Q.S 22:24; Q.S 16:125; Q.S 20:44
“janganlah kalian memandang remeh kebaikan sedikit pun, meski kebaikan itu hanya berupa wajah yang berseri ketika bertemu dengan saudara kalian.” H.R Muslim
8.  Dermawan dan Berinfaq kepada Orang Lain
a.   Islam mewajibkan memuliakan tamu
b.   Memberi hadiah kepada orang lain
c.   Semua keutamaan yang diperintahkan Allah menuntut kedermawanan.
“orang yang dermawan dekat dengan Allah dan dekat dengan surga, dekat dengan manusia dan jauh dari api neraka. Sedang orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Orang yang jahil tapi dermawan lebih dicintai Allah daripada orang yang banyak ibadahnya tapi bakhil.” H.R Tirmidzi
9.  Melayani Orang Lain dan Membantu Keperluan Mereka
“seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain,tidak mendzaliminya  dan tidak membiarkannya. Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya, barang siapa yang mengeluarkan seorang muslim dari kesusahan (di dunia) maka Allah akan  mengeluarkannya dari kesusahan hari kiamat dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” H.R Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud