Showing posts with label Muslimah. Show all posts
Showing posts with label Muslimah. Show all posts

Friday, June 21, 2013

Tentang Jilbab di Layar Kaca Kita



Oleh: Maulana Yusuf[1]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]
Percayakah anda bahwa “jilbab” kini bisa jadi senjata juga bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran) ?. mungkin bagi sebagian kita akan mempertanyakan bagaimana mungkin? bukannya ghazwul fikri itu justru menjerumuskan wanita agar tidak menutup aurat ?
Tapi jangan salah, coba saja anda perhatikan layar televisi akhir-akhir ini. menjelang Bulan Ramadhan sudah bertaburan sinetron-sinetron yang bermodalkan akting “jilbab” dan kalimat “Assalamu’alaikum..” seolah-olah tontonan yang Islami, tapi inti jalan ceritanya tiada lain tiada bukan justru merusak generasi muda Islam.
“berjilbab” tapi pacaran, “berjilbab” tapi berikhtilat dengan lawan jenis, jalan berduaan, pegang-pegangan tangan, saling berpandangan dan segudang budaya rusak anak pacaran yang sekali lagi merupakan budaya yang bersebrangan dengan nlai-nilai Islam, bahkan menghancurkan generasi Islam.
ikon “jilbab” dan untaian “Assalamu’alaikum..” hanya jadi kedok untuk membungkus isi tayangan yang sebenarnya rusak seolah layak untuk ditonton karena bernuansa “Islami”.
lebih parahnya lagi, ada sinetron yang para pelakonnya bergama Nasrani/Non Islam malah berperan sebagai pemuda muslim dan pemudi muslimah dengan mengenakan koko, peci serta berjilbab. Sableng!
Yang perlu menjadi perhatian kita, jangan kita mudah memberikan rasa peduli dan dukungan terhadap “sesuatu yang berjilbab” dengan alasan Syi’ar.
kalau konteks jilbab seperti sebgaimana yang disebutkan diatas, apa faedahnya? apa manfaatnya? toh yang ada justru secara tidak langsung melecehkan syariat dan tata cara berjilbab yang syar’i. Secara tidak langsung juga mengajarkan kepada generasi muda yang berjilbab khususnya, bahwa dengan berjilbab kita masih tetap bisa pacaran, masih tetap bisa gaul bareng temen-temen cowok, masih bisa tebar pandangan bahkan di areal masjid sepulang sholat terawih.
begitupun dalam konteks Fatin Shidqia Lubis dengan acara X-Factor-nya, jangan hanya karena berjilbab justru semakin didukung untuk kontes biduan semacam itu. Apa makna yang ingin digapai ? syi’ar-kah? syi’ar versi apa jika dikombinasikan dengan event dan lingkungan karir semacam itu? bagaimana jika dukungan terhadap Fatin justru membuat pola fikir remaja muslimah yang berjilbab jadi “kepingin” ikut-ikutan jadi biduan seperti Fatin yang bahkan dapat dukungan dari MUI?. Remaja muslimah seolah secara tidak sadar dibredeli nilai-nilai jilbabnya. Berjilbab tapi berlenggak-lenggok dipanggung, berjilbab tapi mendayu-dayu diatas panggung.
Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]
Dalam kasus Fatin dengan acara X-Factornya yang mendapat dukungan dari MUI hanya lantaran berjilbab, jujur memang saya pribadi penulis belum pernah menonton sama sekali acara tersebut. Bahkan penampilan Fatin seperti apa di panggung X-factor saya tidak tahu. Tapi, kalau memang alasan syi’ar, tolong jawab pertanyaan saya, lagu apa yang Fatin nyanyikan diatas panggung X-factor? lagu-lagu bernuansa “da’wah”-kah?? atau lagu-lagu percintaan model anak-anak alay (norak) zaman sekarang? lalu dimana letak “syi’ar-nya”??
Menurut penulis, didalam menyikapi kasus Fatin Shidqia Lubis di acara X-Factor tersebut, seharusnya MUI bukan malah memberi dukungan, tapi memberi nasehat yang intinya seperti ini:
“Nak,ajang nyanyi-nyanyi seperti ini bukan budaya kita sebagai umat Islam, terlebih kondisi adik yang berjilbab, Di habitat seperti ini bertaburan syubhat dan maksiat yang mengelilingi, engkau adalah wanita, yang rapuh dan mudah terbawa perasaan bahkan tidak menutup kemungkinan engkau terjerumus dan terbawa arus maksiat yang besar di tempat ini. Lebih baik, carilah jalan lain yang dapat semakin mendekatkanmu pada Allah, yang dapat benar-benar membentukmu dan menjadikanmu seorang Muslimah yang penuh cinta kepada Allah, dan Allah-pun cinta kepadamu. Yang dapat menjadikanmu perhiasan yang paling berharga di dunia ini, yang memuliakanmu sebagai wanita yang sesungguhnya, menjadikanmu wanita yang sholehah. Tinggalkan lingkungan semacam ini yang hanya membahayakan akhlak dan agamamu, karena kemuliaan dirimu bersama agamamu, sungguh takkan dapat kau tukar dengan apapun. Apalagi hanya sebatas gemerlapnya popularitas dan limpahan materi yang berlimpah.
bahkan kabar terakhir menyebutkan, bahwa ternyata MUI menyesali sikap fatin yang dulu pernah didukung oleh MUI, kin malah turut mendukung terselenggaranya acara kontes Miss World di Indonesia, yang padahal umat Islam bahkan MUI tengah bersusah payah berjuang agar kontes Miss World di Indonesia tidak dilaksanakan karena menodai citra Indonesia khususnya kaum muslimin yang merupakan mayoritas di negeri ini.
Ini menunjukkan, sang ikon jilbab yang dulu didukung terus untuk berkiprah di tempat karir yang rusak seperti itu,  telah benar-benar cepat atau lambat tak mampu menghalau derasnya gelombang maksiat dan pola pikir yang ada di habitatnya tempat ia memulai karir dan popularitasnya.
kedepan, semoga kita semakin berhati-hati didalam menyikapi persoalan sosial yang timbul ditengah-tengan masyarakat. Bukan hanya berdasarkan tampilan, perasaan baik, dan semangat yang menggebu tanpa dituntuntun dengan dalil. tapi timbanglah kesemua itu berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan As-sunnah yang Shahih dengan pemahaman Salafush shalih. Agar kita tidak terjebak akan propaganda musuh-musuh Islam didalam merusak moral generasi Islam dengan cara-cara halus, yang bahkan mungkin kita tidak menyadarinya hanya karena kita terlupa karena menilai sesuatu berdasarkan semangat dan perasaan kita saja..
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
” تركت فيكم أمرين ، لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما : كتاب الله وسنتي “[رواه مالك بإسناد حسن].
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnahku” (HR. Malik dengan Sanad Hasan)
خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik generasi adalah generasi saat aku diutus di dalamnya, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka”
Dan yang paling mendesak memang, umat islam khususnya di indonesia sangat butuh media televisi yang benar-benar dapat membentuk kepribadiannya menjadi seorang muslim yang sebenarnya, pribadi muslim yang taqwa, yang bertauhid, cinta akan sunnah dan cinta akan nilai-nilai Islam untuk diterapkan dalam kehidupannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada ummat ini untuk dapat mewujudkan itu semua.
Wallahu A’lam Bish Showab.

Sumber : Era Muslim

Thursday, June 20, 2013

[NEWS] "GEBYAR JILBAB" Lomba Kreasi Hijab Syar'i - Warta IQ

Assalamu’alaikum wr.wb

Bismillah :) ikhwa fillah, apa kabar? Semoga kita semua selalu diberi rahmat dan karuni-Nya selalu ya,, Aminn :). kali ini warta iQ akan menginfokan sedikit  tentang acara GEBYAR JILBAB yang diselenggarakan oleh FKMI Al-Iqtishad FE UNTAN dalam perayaan rangkaian MILAD IQ (baca:Iqtishad) yang ke-18  yang bekerjasama dengan Toko Baju Khadijah dan juga pihak MAN2 Pontianak beberapa hari yang lau, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2013. Acara dilaksanakan di Aula MAN2 yang berada di  Jl. A.Yani Pontianak, Kal-Bar. Dan diikuti oleh siswi-siswi MAN2 itu sendiri.

Pertama-tama acara dimulai dengan pembukaan oleh MC andalan kami yaitu ukhtina Putri Dona Balgis a.k.a Kak PDB yang mebuat suasana menjadi sorak meriah dan heboh. Jadi makin antusias deh mau ngikutin lombanya. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh ukhtina Firda Niswatul Ulia Putri. Suasana yang tadinya heboh, menjadi hening senyap karena ara peserta dan juga panitia mendengarkan dengan hikmat.
 
Kata sambutan pun disampaikan oleh perwakilan dari MAN2  Ibu Siti sebagai pengajar disana. Lanjut lagi deh dengan seminar yang disampaiakn oleh ukhtina Mitta Nur Affah tentang bagaimana cara memakai jilbab yang benar. Banyak sekali ilmu yang didapatkan dari seminar ini. Pengetahuan para peserta pun bertambah, termasuk saya sebagai panitia sehingga kami pun lebih bersemangat dalam berhijab.


Nah, it’s time to lomba jlbabnya.. eitss nanti dulu, sebelum lomba, ukhtina Widyastuti, salah satu juri dalam perlombaan jilbab akan menyampaikan tutorial atau mendemonstrasikan bagaimana sih memakai jilbab yang gaul, keren, dan modis, tapi tetap sya’i. Mbak Wid (nama yang biasa disapa) pun meminta 3 orang sukarelawan untuk menjadi modelnya dalam memakaikan jilbab. Peserta pun awalnya ragu, tapi majulah dua orang dari peserta dan satu orang dari panitia yaitu ukhtina Badriah. Setelah lama panjang bin lebar penjelasan dan juga prakter langsung akhirnya jadlah 3 model tadi memakai jilbab yang cantik, modis, gaul, dan tetap syar’I. 

Akhirnya dimulailah lomba jilbabnya. Peserta sebanyak 10 kelompok, 1 kelompoknya terdiri atas 2 orang, yang diantaranya satu sebagai model, dan lainnya sebagai pemakai jilbab. Lomba pun dibagi menjadi dua ronde. Ronde pertama 6 kelompok yang berlomba, sisanya di ronde kedua. Pertama-tama para model lomba harus memaki ninja (kerudung dalam) terlebih dahulu, dan lannya berebut mengambil model jilbab yang akan dipakai untuk menghias jilbab dalam perlombaan.

 “yang udah dapat ilbab silahkan duduk di kursihnya.” Teriak kak PDB memakai mic tanda loba akan segera dimulai.

Dalam hitungan satu, dua, dan tiga, dimulailah lomba jilbabnya. para peserta yang memakakan jilbab pun dengan cepat memakaikan jilbanya terhadap temannya. Dengan beragam kreativitas terciptalah berbagai macam model jlbab baru dan syar’I dari masing-masing peserta. Tak lupa MC pun menyampaikan beberapa ketentuan penilaian untuk memenangkan lomba, antara lain : keindahan dari jilbab tersebut, keserasian antara paduan warna, kesyar’ian, dan juga kerapian dalam memakai jilbab.  

Setelah selesai, saatnya penilaian. Juri terdiri atas dua orang yaitu Ukhtina Sukma dan juga Ukhtina Widyastuti yang tadi memberikan tutorial cara memakai jlbab modis dan syar’i. mereka pun melakukan penilaian dengna seksama. Setelah berunding-runding (baca:berdiskusi) dibelakang peserta, akhirnya  dapatlah tiga orang pemenang.


 Dan berikut nama-nama pemenang dalam lomba kreasi jilbab atau “GEBYAR JILBAB” yang diselenggarakan oleh Kemuslimahan FKMI A-Iqtishad :
Juara Pertama   : Maisaroh dan Suci Novita
Juara Kedua       : Fitrah dan Sarah
Juara Ketiga        : Zainiyatul Ainiyah dan Septi Dwita Sari

Pengumuman pemenang diumumkan pada akhir menjelang acara, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenang dari pihak FKMI Al-Iqtishad yang disponsori oleh Toko baju Khadijah kepada Ibu Siti sebagai perwakilan dari Pihak MAN2 Pontianak. Acara pun ditutup dengan acara foto bersama.



 Ini dia foto para peserta dan juga para panitia. Gimana sob, seru kan acaranya… bagi kamu yang gak sempatngikutin lombanya tahun ini, gak usah patah hati ampe mewek (bercanda :D), Insya Allah FKMI Al-Iqtishad akan menyelenggarakan acara yang sama tahun depan. Doakan aja, ane masih bisa jadi panitianya :D

Akhir kata wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum wr. wb. Dan juga hamdalah ^^