Friday, March 7, 2014

RESUME BUKU ISTI’AB, Menigkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah by Putri Dona Balqis



RESUME BUKU ISTI’AB, Menigkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah
PENGARANG: Fathi Yakan
PENERBIT  : Robbani Press
Tahun pertama terbit (asli): 1983 M

ISTIA’B DALAM DAKWAH DAN DA’I
§  Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’i untuk menarik objek dakwahnya(mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelekual, kejiwaan, status sosial, dan lain sebagainya. Atau dengan kata lain isti’ab merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahiyah yang membantu para da’i dan menjadikan mereka mercu suar dan poros bagi masyarakat, sehingga mereka senantiasa berputar dan berkerumun disekitarnya.
§  Tingkat kemampuan dalam isti’ab ini ibarat tingkat kemampuan bejana. Sebuah bejana ada yang mampu menampung lebih banyak dibanding ratusan bejana yang lain. Sebagaimana ada seseorang da’i yang mampu menampung dan mendekati orang-orang yang tidak mampu ditampung dan didekati oleh ratusan da’i lainnya.
§  Isti’ab eksternal adalah penguasaan terhadap orang-orang yang berada di luar dakwah, di luar organisasi. Istia’b internal adalah penguasaan terhadap orang-oang yang berada di dalam organisasi. Isti’ab eksternal bagaikan produsen yang membeli bahan baku. Sedangkan isti’ab internal ibarat proses produksi.
§  Isti’ab eksternal
Beberapa tuntutan yang harus dipenuhi para da’i dalam proses isti’ab dan rekrutmen. Diantaranya:
1.   Kepahaman tentang agama
Seorang da’i senantiasa akan ditanya tentang berbagai hal, karena itu apakah ia akan menjawab dengan pendapatnya sendiri ataukah menjawab dengan islam yang telah dipahaminya? Jika tidak mengerti islam, apakah ia layak menjadi pemimpin bagi masyarakat Muslim? Mungkinkah ia melaksanakan syari’at, tanpa memiliki pengetahuan tentang syariat.
katakanlah: adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat mmenerima pelajaran” Q.S 39:9
Dalil lainnya: Q.S 45:18; Q.S 24:40
2.  Keteladanan yang Baik
“mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri(kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab(Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” Q.S 2:44
Dalil lainnya: Q.S 42:15; Q.S 61:2-3; Q.S 24:40
3.  Kesabaran
“dan mintalah pertolngan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang beriman” Q.S 2:45
Dalil lainnya: Q.S 20:130; Q.S 22:34-35; Q.S 2:153; Q.S 2:155; Q.S 39:10; Q.S 32:24;
Dari Ibnu Musayyab r.a, ia berkata: “ketika Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabatnya, ada seorang lelaki yang menyakiti Abu Bakar, tetapi Abu Bakar diam saja. Kemudian orang itu menyakitinya lagi, tetapi Abu Bakar tetap dia saja. Kemudia oran itu menyakitiinya untuk yang ketiga kalinya lalu Abu Bakar pun membalasnya. Menyaksikan hal ini, Rasulullah pun bangkit, lalu Abu Bakar bertanya: “apakah engkau mendapati aku telah bersalah wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda:“ malaikat turun dari langit mendustakan apa yang dikatakan oleh orang itu. Tetapi ketika kamu membalasnya maka malaikat itupun pergi dan setan pun duduk. Karena itu, aku tidak suka duduk bersama setan.” (H.R Abu Dawud)
4.  Santun dan Lemah Lembut
“maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka,dan bermusyawarahlah dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.” Q.S 3:159
Dalil lainnya: Q.S 41:34; Q.S 3:134; Q.S 25:63;
“Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal.” H.R Muslim
5.  Memudahkan bukan Mempersulit
“seorang Arab Badui kencing di masjid, kemudian orang-orang yang ada di masjid langsung bangkit dan berusaha menangkapnya. Rasulullah lalu bersabda: biarkan ia dan siramkan seember air pada bekas kencing tersebut, karena kalian hanya diperintahkan mempermudah, bukan mempersulit” H.R Bukhari
6.  Tawadhu’ dan Merendahkan Sayap
“sesungguhnya oarang yang paling aku cintai adalah orang yang paling baik akhlaqnya, yang merendahkan sayap, yang mau menghimpun dan dihimpun. Sedangkan orang yang paling aku benci adalah orang yang mengadu domba, yang memecah belah orang-orang yang saling mencintai, danmemcari-cari aib orang yang tdak berdosa.” H.R Thabrani
“tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan.” H.R Muslim
7.  Muka Berseri-seri dan Perkataan yang Baik
“...serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia...” Q.S 2:83
Dalil lainnya: Q.S 17:53; Q.S 33:70; Q.S 22:24; Q.S 16:125; Q.S 20:44
“janganlah kalian memandang remeh kebaikan sedikit pun, meski kebaikan itu hanya berupa wajah yang berseri ketika bertemu dengan saudara kalian.” H.R Muslim
8.  Dermawan dan Berinfaq kepada Orang Lain
a.   Islam mewajibkan memuliakan tamu
b.   Memberi hadiah kepada orang lain
c.   Semua keutamaan yang diperintahkan Allah menuntut kedermawanan.
“orang yang dermawan dekat dengan Allah dan dekat dengan surga, dekat dengan manusia dan jauh dari api neraka. Sedang orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Orang yang jahil tapi dermawan lebih dicintai Allah daripada orang yang banyak ibadahnya tapi bakhil.” H.R Tirmidzi
9.  Melayani Orang Lain dan Membantu Keperluan Mereka
“seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain,tidak mendzaliminya  dan tidak membiarkannya. Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya, barang siapa yang mengeluarkan seorang muslim dari kesusahan (di dunia) maka Allah akan  mengeluarkannya dari kesusahan hari kiamat dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” H.R Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud

Monday, December 16, 2013

Yuk, Sehat Dengan Shalat Dhuha

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap tulang dan persendian badanmu ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua raka’at yang dilakukannya dari sholat dhuha,” (HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).
Meraih sehat tidak hanya dengan cara berolahraga, tapi bisa diraih lewat beribadah, salah satunya dengan ibadah sholat dhuha. Rasulullah Saw bersabda “Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim).
Berdasarkan hadist tersebut waktu utama Shalat Dhuha adalah diakhirkan yaitu ketika matahari telah mulai menyengat, pasir mulai panas sehingga panasnya dirasakan oleh kaki anak-anak unta. Jika menurut kondisi di Indonesia antara pukul 10-11.00, atau lebih dari itu tapi hati-hati terhadap waktu haram yang muncul sekitar pukul 11.30 sesuai waktu dzuhurnya. Pada waktu-waktu tersebut tubuh memerlukan energi dan harus bersiap menghadapi strees yang menempa.
Oleh karena itu pada waktu-waktu tersebut kita membutuhkan peregangan untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Caranya adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Jika tidak memungkinkan dikerjakan pada waktu-waktu utama, shalat dhuha bisa dilakukan di awal sebelum melakukan aktivitas harian.
Apa hubungannya peregangan dengan shalat Dhuha? Rasulullah Saw menyebutkan peregangan dengan ungkapan santun yaitu “Hak dari tiap persendian”. Seperti yang diriwayatkan Buraidah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya , “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya” (H.r. Ahmad dan Abu Dawud).
Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.
Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya yang luar biasa! Abu Darda’ r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman : “wahai anak adam, shalatlah untuk-ku empat rakaat dari awal hari, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (shahih al-jami: 4339).
Selain sebagai peregangan untuk menyongsong hari yang penuh tantangan, Shalat Dhuaha mampu menghilangkan resiko stress yang timbul karena kesibukan yang kita lalui. Dengan melaksannakan Shalat Dhuha kita rehat sejenak dari segala aktifitas sehingga kita merasa rilek dan stres pun terhindarkan. Dr. Ibrahim Kazim menyatakan bahwa secara bersamaan, ketegangan di pikiran akan berkurang disebabkan komponen spiritual saat sholat, dengan adanya sekresi enkefalin, endorphin, dinorfin dan semacamnya “Simultaneously, tention is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”
Enkefalin dan endorphin merupakan zat sejenis morfin, termasuk opiat. Efek keduanya tidak berbeda dengan opiat lainnya. Zat semacam ini meredakan ketegangan. Bedanya, enkefalin dan endorphin merupakan zat alami yang diproduksi oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. Jika morfin non-alami bisa memberi rasa tenang dan senang namun kemudian ketagihan dan memberikan efek negatif bagi tubuh, maka endorphin dan enkefalin tidak. Zat ini memberi rasa tenang, rileks, bahagia, lega secara alami. Hasilnya, seseorang tampak jauh lebih pede, optimis, hangat dan menyenangkan.
Marilah kita amalkan Shalat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt dan rasakan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan! [islampos]

Friday, December 13, 2013

Cara Kanan Memberlakukan Uang




Islamedia - Anda ingin beruang? Maksud saya, punya banyak uang, baik dan berkah?  Ada caranya. Murah dan mudah, namun agak tidak lumrah.  Yang utama adalah mengubah "cara pandang" kita tentang uang. 

Anggaplah uang itu “hidup”, bisa berteman dan bersosialisasi sebagaimana kita. Dan perlakukan dia dengan baik. 


Jika uang sedang “istirahat” di dompet kita, atur dia yang baik. Luruskan dan rapikan, seperti petugas bank memperlakukannya. Uang seratus ribu disatukan dengan seratus ribu, dan lima puluh ribu dengan lima puluh ribu. Angka dengan angka, gambar dengan gambar, dan kepala dengan kepala. 

Jika kita memperlakukan uang seperti itu, maka dia akan merasa nyaman, senang dan bahagia di dompet kita. Dia kerasan. Jika kita membelanjakannya, dia akan woro-woro, membuat pengumuman kepada teman-temannya sesama uang besar.  Tidak itu saja, dia juga akan mempengaruhi dan mengajak teman-temannya, uang seratus dan lima puluh ribu, untuk mampir ke dompet kita. Dia akan promosi bahwa dompet kita adalah rumah yang aman, nyaman, yang  full AC dan full audio. Kulkas juga ada. Makanya, pastikan uang di dompet kita cuma cepek dan goban, dua pecahan rupiah terbesar. 

Kenapa? Karena umumnya uang cepek bersahabat  baik dengan cepek, dan uang goban suka ber-soulmate dengan goban. So yang akan mereka ajak juga uang besar. Kalau kita menyimpan uang seribu dan coin, dia juga akan mengajak sesama uang receh. Bahaya. Dompet kita bisa penuh tapi cuma isi uang seribu dan coin

Trus, bagaimana dengan  pecahan dua puluh ribu rupiah ke bawah? Gampang. Berapapun itu, taruh di laci mobil atau saku. Jangan di dompet. Itu untuk jatah sedekah kepada pengemis dan pengamen. Juga untuk uang parkir dan bayar tol. Sedekah kok uang receh? Siapa bilang?! Karena uang di dompet kita hanya bilangan seratus dan lima puluh ribu, maka ketika shalat di masjid, bertemu cleaning service, room boy atau tergerak sewaktu-waktu kepada orang yang membutuhkan di jalan, sedekahnya pasti minimal lima puluh rebu! Mosok laci mobil mau dibawa kemana-mana? Yang bener ajja.

Jangan sekali-sekali menyimpan uang di dompet secara berantakan dan campur baur. Kaki disatukan dengan kepala, gambar dengan angka, seratus ribu dengan seribu dan dua ribu. Bisa pusing dia. Mengamuk. Jika keluar dompet, dia tidak mau kembali lagi kepada kita. Kapok.

Jika dompet kita sedang kosong blong alias tongpes, tenang saja. Tetap santai. Cool, calm and confidence. Bayangkan saja, kita sedang hadir di acara jamuan makan atau resepsi  sebagai undangan VVIP.  Di meja kita ada lima orang,dan semua diberi minuman segelas penuh. Diantara lima orang itu ada satu orang yang sudah minum habis, yaitu kita.  Yang lain masih penuh, belum diminum sama sekali. Kemudian lewatlah seorang pelayan cantik di depan meja kita. Begitu sang pelayan melihat meja kita, dia menawari minuman tambahan. Pertanyaannya: Siapa yg ditawari, yang gelasnya sudah habis atau yang masih penuh? Tentu saja yang sudah kosong. So, ketika dompet kita sedang kosong, pikirkan dan katakan kepada diri kita sendiri, “Sebentar lagi, pasti ada yang menawari uang”. 

Kalau mau kreatif sedikit, pas momentum yang tepat, misalnya ketika sedang bersua pengemis tua yang buta dan kelaparan, silakan curhat kepada Tuhan, “Ya Tuhan, kasihan sekali Pak Tua itu. Tapi, beginilah kalau saya tidak punya uang. Tidak kuasa membantunya. Oleh karena itu, Ya Tuhan. Berilah saya uang yang halal, baik dan melimpah, agar bisa membantu Pak Tua dan lebih sering berbagi kepada sesama".

Kalau mau lebih powerful, untuk memelihara diri agar rezeki lancar tiada henti, siapkan kota amal di dekat tempat tidur. Begitu bangun pagi, langsung take action sedekah minimal lima puluh ribu rupiah.  Soal distribusinya kepada fakir miskin, anak yatim, dan lain-lain, itu mudah. Bisa besuk, lusa, sepekan atau sebulan kemudian. Yang jelas itu uang sedekah, dan sudah bukan uang kita lagi.

Mohon agar selalu tetap diingat. Kita, manusia, adalah makhluk (ciptaan) Tuhan yang paling mulia. Manusia lebih mulia daripada jin dan syetan, hewan dan tumbuhan. Juga jauh lebih mulia daripada alam, gunung, laut dan batu. Dan uang itu bukan ciptaan Tuhan, tapi ciptaan manusia. Tentulah derajat ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada ciptaan Tuhan. Maka, derajat uang itu juga jauh lebih rendah daripada batu dan besi. So, jangan pernah mau diperbudak uang. 

Tuhan (Khaliq) tidak membutuhkan manusia (makhluq), tapi manusialah yang membutuhkan Tuhan. Logikanya, manusia (pencipta) tidak membutuhkan uang (yang dicipta), tapi uanglah yang membutuhkan manusia.  Maka jangan tempatkan uang di hati, tapi di tangan. Dan jangan jadikan uang sebagai tujuan, tapi sekedar sarana. Sarana untuk berbuat baik: untuk zakat, sedekah, qurban, memberi nafkah kepada keluarga, dan lain-lain kebajikan. Wallaahu a’lam.[Yahya Amin/Islamedia]

Credit : Islamedia.web.id

Sunday, December 8, 2013

Resensi Buku "Breaking The Time"



Judul buku      : Breaking The Time
Penulis             : Satria Hadi Lubis
            Bismillahirrahmanirrahim pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas buku ‘Breaking The Time’ karya Satria Hadi Lubis. Buku ini menjelaskan Kiat memaksimalkan keterbatasan waktuagar hidup lebih dahsyat. Dalam buku ini ada pendahuluan yang menjelaskan pengantar dan siapa yang cocok membaca buku ini. Kalian yang katanya sibuk dan susah mengatur waktu pasti cocok sekali baca buku ini. Dalam buku ini juga ada lima BAB yang menjelaskan bagaimana kita bisa mengatur waktu nantinya secara spesifik.
             Pada Bab pertama dalam tahapan manajemen waktu adalah membuat misi. Misi menunjukkan siapa kita dan untuk apa kita berbuat di dunia. Dalam dunia bisnis ada misi yang ingin dicapai,tentu setiap manusia pun ada. Ketika misi digunakan dalam lingkup perseorangan , misi berarti kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh seseorang. Misi juga merupakan asas dari setiap pribadi. Misi ada yang negative dan positif. Misi hidup positif adalah misi hidup yang luhur. Misi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai prinsip seperti kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian, kesejahteraan,kesetiaan, keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan. Sebaliknya misi negative dipengaruhi nilai-nilai yang hedonis ,semu seperti kedustaan, kelicikan, kezhaliman, kesewenangan, kejahatan, kekikiran, keegoisan, dan ketidaksetiaan. Ada beberapa cirri misi yaitu; luhur, fleksibel, menarik, spiritual, jelas, dan singkat. Lalu ada beberapa cara membuat misi dengan menjawab enam pertanyaan unsur misi. Setelah menjawab pertanyaan tersebut digabungkan menjadi kalimat yang singkat dan jelas. Contoh ada di buku ini dengan jelas digambarkan.
            Pada Bab dua dalam tahapan manajemen waktu adalah menentukan peran. Ketika punya misi sangat rugi jika tidak diaplikasikan. Ketika mengaplikasikan misi, kita mengaplikasikannya dalam berbagai peran hidup kita. Peran adalah posisi atau kedudukan dimana seseorang diharapkan melakukan perilaku tertentu. Dalam kehidupan ini banyak orang yang punya bermacam-macam peran. Ada peran yang utama dan juga pembantu. Karena itu butuh yang namanya keseimbangan antar peran. Untuk itu kita perlu menciptakan sinergi antar peran untuk menghemat banyak waktu dan tenaga. Ada dua langkah untuk menentukan peran. Pertama kita harus menginventarisasi peran kita yang ada selama ini. Tidak ada patokan jumlahnya karena setiap orang berbeda. Kemudian yang kedua setelah peran kita terdata maka langkah kita adalah menyeleksinya. Ada dua tahapan seleksi. Yang pertama dengan menyisihkan peran yang tidak sesuai dengan misi hidup. Yang kedua dengan mengelompokkan peran sejenis. Contoh-contohnya sangat jelas di buku, anda harus berani dalam menyisihkan peran yang tidak sesuai dan menggabungkan peran sejenis.
            Pada Bab tiga dalam tahapan manajemen waktu adalah membuat visi peran.  Setelah punya peran kita diajak bermimpi. Kita bermimpi tentang masa depan nantinya yang sesuai misi hidup kita. Buatlah visi yang menggairahkan hidup anda,bukan sekedar ikut-ikutan, atau berilusi, atau hanya memikirkan esok hari. Ada enam cirri-ciri visi yang baik; 1. Terukur 2. Fleksibel 3. Terjangkau 4. Menarik 5. Jelas 6. Singkat . jika visi sudah dibuat maka kita harus berlatih untuk memvisualisasikannya. Cara untuk melatih membuat visi dengan membayangkan dengan mata terpejam selama satu menit: sebuah gambar mengenai anda yang sukses; sebuah gambar mengenai anda yang berbahagia, santai, dan puas; sebuah gambar mengenai anda sepuluh tahun mendatang; sebuah gambar mengenai anda yang lebih berat atau ringan 10 Kg; sebuah gambar mengenai anda yang mempunyai banyak uang di bank; dsb. Berikut ada beberapa langkah membuat visi peran: 1. Menciptakan visi besar 2. Menciptakan visi peran anda 3. Letakkan di tempat yang mudah dilihat atau mudah dibawa-bawa. Tiga langkah ini berawal dari mimpi besar kita sesuai misi hidup lalu ditulis visi kita tiap perannya seperti apa sehingga mudah dievaluasi. Kemudian jika sudah tertulis maka letakkan di tempat yang mudah terlihat seperti kamar atau yang mudah dibawa seperti dompet. Di dalam buku ini ada contoh secara gambar bagaimana visi peran ini.
            Pada Bab empat dalam tahapan manajemen waktu adalah membuat rencana pekanan. Setelah membuat visi peran kita perlu merealisasikannya. Itu bisa dilakukan dengan mengevaluasi tiap pekan. Sebelum membuat rencana itu kita perlu tahu tiga sifat waktu: 1. Waktu tidak dapat diganti 2. Waktu dapat melenakan 3. Waktu adalah momen . di Bab ini dijelaskan beberapa dampak pengaturan waktu yang buruk. Itu terjadi karena kita tidak bisa mengatur keseimbangan misi dan visi peran kita. Di Bab ini juga ada penjelasan terkait matriks manajemen waktu yang bisa membantu kita untuk memahami apakah aktivitas ini sesuai dengan visi peran. Jika dicermati kuadran waktu terbaik adalah kuadran II yang bisa membuat kita menjalani misi hidup dan dapat menjalankan peran dengan baik. Lihat saja di bukunya ya. Sedang di kuadran IV adalah yang memungkinkan fleksibilitas dan peluang. Setelah mengetahui matriks manajemen waktu langsung beranjak ke lembar kerja pekanan. Di buku dijelaskan secara detail pembuatannya.
            Pada Bab lima dalam tahapan manajemen waktu adalah membuat rencana harian. Bencana mengatur waktu itu berawal dari tidak adanya rencana harian. Karena dengan tidak adanya rencana berpeluang untuk terjadinya penundaan. Dengan seringnya menunda pekerjaan maka pekerjaan akan menumpuk di kemudian hari pada satu waktu. Salah satu solusi adalah dengan membuat rencana harian sesuai dengan peran hidup dan rencana pekanan yang sudah dibuat. Di buku ada beberapa kiat untuk mengatasi kebiasaan buruk menunda. Ada sebelas kiat yang luar biasa yang bisa diaplikasikan. Setelah mengisi lembar pekanan maka kita perlu menulis rencana harian untuk merincikannya kembali di lembar yang baru. Di buku ini ada contoh lembar harian sehingga bisa membantu dalam pembuatannya. Ada lima langkah dalam menyusun rencana harian: 1. Jabarkan apa yang akan anda kerjakan hari ini 2. Tulis perkiraan waktu untuk mengerjakannya 3. Urutkan pekerjaan anda setiap hari dengan cara member nomor urut 4. Biarkan ada waktu luang dalam lembar waktu harian anda untuk member peluang melakukan aktivitas mendadak dan spontan 5. Isi lembar harian itu setiap hari.
            Tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari buku yang luar biasa. Jika sudah membaca tulisan ini segera pinjam bukunya dan praktekkan di kehidupan nyata. Semoga waktu-waktu kita nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik dan bisa menjadi lebih produktif dalam beraktivitas.

By : Hasan

Wednesday, December 4, 2013

Hukum Komsumsi Ikan Lele Pemakan Kotoran Manusia




Assalamualakum wr.wb.
Semoga Ustadz selalu dalam lindungan Allah S.W.T.amin…
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban dari pertanyaan saya.
Ustadz Sigit, di kampung saya ada seorang tetangga yang memelihara ikan lele, tapi diatas kolam ikan lele tersebut ada kakusnya (tempat buang air besar), jadi secara otomatis ikan-ikan lele itu mengkonsumsi hasil buang air besar orang tersebut.
Yang ingin saya tanyakan, Apakah hukum kehalalan ikan lele tersebut berubah menjadi haram karena mengkonsumsi najis (hasil buang air besar)? Lalu bagaimana pula hukum menjual ikan lele tersebut?
Atas jawaban dan penjelasan dari Ustadz, sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.
Waalaikumussalam Wr Wb
Jika dilihat dari jenis makanannya maka ikan lele yang anda maksudkan itu termasuk didalam kategori jallalah, yaitu binatang yang memakan kotoran. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw melarang dari memakan daging binatang jallalah dan juga susunya.” (HR. Abu Daud)
Al Khottobi mengatakan bahwa manusia telah berbeda pendapat tentang memakan daging dan susu binatang jallalah. Para ulama Syafi’i dan Ahmad bin Hambal mengatakan bahwa ia tidak boleh dimakan sehingga dikurung selama beberapa hari yang diberi makan dengan makanan yang suci dan apabila dagingnya sudah baik maka tidak apa-apa untuk dimakan.
Diriwayatkan didalam sebuah hadits bahwa sapi dikurung dan diberi makan dengan makanan yang suci selama 40 hari kemudian boleh dimakan dagingnya. Ibnu Umar pernah mengatakan bahwa ayam dikurung selama tiga hari kemudian disembelih.
Sedangkan Ishaq bin Rohuyah mengatakan tidak masalah dagingnya (jallalah) dimakan setelah dicuci bersih. Al Hasan al Bashri tidak melihat ada masalah tentang makan daging jallalah, begitu pula dengan Malik bin Anas. Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” bahwa tidak ada batasan waktu tertentu dalam pengurungan jallalah, sebagian ada yang berpendapat terhadap onta dan sapi adalah 40 hari sedangkan kambing 7 hari, ayam 3 hari dan inilah pilihannya dalam kitab al Muhadzab wa at Tahrir. (Aunul Ma’bud juz X hal 187)
Para ulama yang memakruhkan dan tidak membolehkan memakan daging jallalah bersepakat membolehkan makan daging tersebut setelah binatang itu dikurung dalam batas waktu tertentu dan diberi makan dengan makanan yang baik sehingga daging itu menjadi baik kembali. Hal itu dikarenakan yang menjadi sebab tidak dibolehkannya adalah adanya perubahan pada dagingnya dan ketika sebab itu hilang dengan dikurung maka binatang itu tidak disebut lagi dengan jallalah.
Adapun apabila binatang itu tidak dikurung terlebih dahulu maka pendapat yang kuat—wallahu a’lam—adalah makruh dimakan dagingnya, makruh pula telur, susu atau menaikinya tanpa menggunakan alas duduk. Pendapat ini dipilih oleh al Khottobi terhadap hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi saw melarang dari meminum susu jallalah.” Diriwayatkan oleh Abu Daud dan an Nasai dengan mengatakan,’makruh memakan daging dan susunya demi kebersihan dan kesucian.’—Ma’alimus Sunan juz V hal 306. (www.islamweb.net)
Pendapat yang bisa dipakai untuk menguatkan hal ini adalah apa yang dikatakan oleh Imam Malik bahwa kotoran yang dimakan oleh binatang jallalah tersebut telah berubah menjadi dagingnya sebagaimana darah yang berubah menjadi daging. Pernyataan ini seolah-olah mengatakan bahwa kotoran yang dimakan tersebut tidaklah ada pengaruhnya sama sekali terhadap bau maupun rasa dari daging binatang tersebut.
Dengan demikian diperbolehkan menjualnya baik sebelum maupun setelah dikurung dan diberikan makanan yang baik. Akan tetapi menjualnya setelah dikurung lebih baik daripada sebelum dikurung demi menjaga kebersihan dari dagingnya tersebut.
Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo, Lc
Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :
Resensi Buku : Fiqh Kontemporer yang membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Credit : eramuslim.com

Monday, November 18, 2013

MUHAMMAD sebagai PENDAGANG








Penulis : Ippho santoso – andalus - Khalifah
Mulailah dengan yang kanan. Para ahli yang  mulai meneliti sejak 1930-an percaya bahwa otak kiri adalah otak rasional, yang erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual (IQ), lebih bersifat logis, aritmatik, verbal, segmental, focus, serial (linier), mencari perbedaan, dan bergantung waktu. Sementara itu , otk kanan adalah otak emosional, (EQ), bersifat intuitif,  spasial, visual, holistic, difus, parallel (literal), mencari persamaan, dan tidak tergantung waktu.
Oleh karena itu, otak kanan bisa mencuatkan empati, keramahan, keikhlasan, syukur, dan pemaknaan hidup. Selain itu, kreativitas, gurauan, penceritaan, dan kiasan, imajinasi, visi, intuisi, dan sintesis yang tidak dimiliki oleh otak kiri.
Ketahuilah, termminologi lain untuk visi adalah niat. Pasti kita masih ingat dengan pernyataan, “ mulailah dengan yang kanan”. Nah, itu semua kait mengait dengan pernyataan, “ mulailah dengan niat.”
Setiap orang adalah pemimpin. dalam sabda nabi Muhammad “ Setiap manusia adalah pemimpin.” Itu artinya.” setiap orang adalah teladan. Karena kami percaya sepenuhnya, kepemipinan yang baik hanya dapat dicapai melalui keteladan yang baik. Tidak perlu dipertikaian lagi, dengan sinsetis dan metode duplikasi, Sang Nabi adalah teladan yang tiada duanya.
Berdaganglah engkau karena 9 dari 10 bagian kehidupan adalah berdagang. Dalam al – Quran dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum, sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri. Disampaikan juga di ayat lain bahwa tiada yang manusia dapatkan, kecuali apa yang ia usahakan. Itu artinya. Manusia diizinkan dan dimampukan oleh Allah untuk memperbaiki keadaan, termasuk menjadi pribadi yang mandiri.
Islam sangat identik dengan dunia entrepreneurship. Bukankah begitu ? Ironisnya, Muslim Indonesia sekarang jauh dari dunia entrepreneurship. Padahal, dengan menjadi entrepreneur, Selain lebih mandiri secara ekonomi, kita juga lebih mudah untuk membantu sesame, mencati ilmu, dan beribadah.
Kekayaan tidak membawa mudharat bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Itulah salah satu pesan penting Sang Nabi. Kenapa? Karena kekayaan dapat memudahkan kita dalam beribadah. Sebaliknya kemiskinan itu dapat mendekatkan kita dengan kekufuran. Misalnya, untuk berjihad, bersedekah, berzakat, berhaji, berumrah, menafkahi keluarga, mencukupkan kebutuhan ahli waris, mencari guru-guru ( mursyid), menuntut ilmu, menegakkan ekonomi syariah, membangun sarana umat, dan meningkatkan bargaining position umat.
Contoh diambil dari kehidupan Nabi Muhammad SAW yang hidup dengan kekayaan  tapi beliau tetap hidup bersahaja. Alih-alih bermewah-mewahan, ia malah memanfaatkan hampir seluruh hartanya untuk tujuan jihad dan sedekah. Dengan pola hidup sedemikian, ketika wafat beliau tiada meninggalkan warisan, tiada pula meninggalkan utang.
Katakanlah kepada pihak yang engkau ajak berjual-beli, tidak boleh menipu. Salah satu peringat yang berbunyi “ Para saudagar akan dibangkitkan sebagai pelaku kejahatan pada Hari Kebangkitan, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah dan berkata jujur.” Manakala Al- Quran membingkainya dengan perumpamaan yang indah, yaitu sempurnakn takaran dan luruskan timbangan.  Dan dalam gerak-gerik bisnis sehari-hari, siapapun akan mengamini sepenuh hati bahwa kepercayaan memang tak ternilai harganya. Itu adalah akar dari segala-segalanya. Tanpa kepercayaan cepat atau lambat entrepreneur akan ditinggalkan oleh pelanggan-pelanggannya.
Barang siapa yang meras bahagia jika dilebihkan umur daan rezekinya, hendaknya ia bersilaturahim. Kepercayaan akan menciptakan silaturahim dan secara tidak langsung silaturahim akan mendatangkan manfaat materi selain keberkahan. Tercantum pula dalam Al – Quran “Kami jadikan engkau bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu mengenal.” Sekali lagi, supaya saling mengenal untuk kesekian kalinya tautkan dan eratkan silaturahim.
Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakutkan-nakuti. Keberanian yang kami maksud adalah untuk mencoba dan terus mencoba. Kerja keras dan menyempurnakan ikhtiar. Rupa-rupanya tentang keberanian ini, jauh-jauh hari Allah telah melontarkan kalimat motivasi di dalam Al – Quran, “ Mengapa engkau takut kepada selain Allah?” Keberanian mestilah diiringi dengan kemahiran. Kerja keras mestilah diiringi dengan kerja cerdas. Tanpanya, itu sama saja dengan jalan di tempat.
Karena tangan diatas adalah lebih utama daripada tangan yang dibawah. Setiap manusia pasti ingin berutung, tergantung dari segi apa keberuntungan yang diinginka masing-masing manusia. Sesuatu itu dikatakan untung seandainya semakin tumbuh bisnis kita, semakin tumbuh pula potensi kita. Sering kali manusia merasa kalau mereka tidak dibekali potensi sama sekali. Padahal, mana mungkin begitu. Dikutip dalam Al –Quran ,” Sesungguhnya telah kami jadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk.” Dilanjutkan pula dengan,”Engkau adalah umat yang terbaik.”
Setelah menemui potensi maka berbagilah. Kutipan dari film Spiderman “Sesungguhnya didalam kekuatan yang besar, tersimpan tanggung jawab yang besar.”  Nah, jika seorang entrepreneur menerapkannya dalam bisnis, maka jadilah ia spiritual entrepreneur , dimana ia senantiasa menyebarkan kabar gembira dan menebarkan manfaat, bukan sekedar cari untung.
Allah tidak akan berbelas kasih kepada seseorang, apabila orang itu tidak mengasihi sesamanya. Educating the customers, gathering the customers, expanding the market, improving self performance, conducting bechmarking dan creting positive image adalah beberapa manfaat mengapa seorang pengusaha itu harus bersahabat dengan pesaingnya.
Penutup. Beberapa tips yang insyaAllah akan menambah bahkan melipatgandakan rezeki.
1.      Gratitude DP. Meletakkan syukur sebagai”uang muka”.
2.      Entrepreneur prayer. Menbiasakan “sholat bisnis”
3.      Entrepreneur zikir. Zikir secara otak kanan.
4.      Spiritual FIFO. Menyegerakan sedekah.
5.      Spritual investment. Menperbanyak sedekah.
6.      Manajemen lemari baju. Mengosongkan sepertiga isi lemari baju.
7.      Manajemen kening. Melapangkan kening, melapangkan rezeki.
8.      Positivity triangle. Berfikir positif ke tiga arah.
9.      Competitor creation. Menciptakan pesaing.
10.  Multiplier and fulfillment. Memastikan factor pengali dan factor pemenuhan.

Ringkasan dari utin juli susanti