Thursday, January 23, 2014
Monday, December 16, 2013
Yuk, Sehat Dengan Shalat Dhuha
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap tulang dan
persendian badanmu ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap
tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi
munkar adalah sedekah. Maka yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua
raka’at yang dilakukannya dari sholat dhuha,” (HR. Ahmad, Muslim, dan
Abu Dawud).
Meraih sehat tidak hanya dengan cara berolahraga, tapi bisa diraih lewat beribadah, salah satunya dengan ibadah sholat dhuha. Rasulullah Saw bersabda “Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim).
Berdasarkan hadist tersebut waktu utama Shalat Dhuha adalah diakhirkan yaitu ketika matahari telah mulai menyengat, pasir mulai panas sehingga panasnya dirasakan oleh kaki anak-anak unta. Jika menurut kondisi di Indonesia antara pukul 10-11.00, atau lebih dari itu tapi hati-hati terhadap waktu haram yang muncul sekitar pukul 11.30 sesuai waktu dzuhurnya. Pada waktu-waktu tersebut tubuh memerlukan energi dan harus bersiap menghadapi strees yang menempa.
Oleh karena itu pada waktu-waktu tersebut kita membutuhkan peregangan untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Caranya adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Jika tidak memungkinkan dikerjakan pada waktu-waktu utama, shalat dhuha bisa dilakukan di awal sebelum melakukan aktivitas harian.
Apa hubungannya peregangan dengan shalat Dhuha? Rasulullah Saw menyebutkan peregangan dengan ungkapan santun yaitu “Hak dari tiap persendian”. Seperti yang diriwayatkan Buraidah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya , “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya” (H.r. Ahmad dan Abu Dawud).
Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.
Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya yang luar biasa! Abu Darda’ r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman : “wahai anak adam, shalatlah untuk-ku empat rakaat dari awal hari, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (shahih al-jami: 4339).
Selain sebagai peregangan untuk menyongsong hari yang penuh tantangan, Shalat Dhuaha mampu menghilangkan resiko stress yang timbul karena kesibukan yang kita lalui. Dengan melaksannakan Shalat Dhuha kita rehat sejenak dari segala aktifitas sehingga kita merasa rilek dan stres pun terhindarkan. Dr. Ibrahim Kazim menyatakan bahwa secara bersamaan, ketegangan di pikiran akan berkurang disebabkan komponen spiritual saat sholat, dengan adanya sekresi enkefalin, endorphin, dinorfin dan semacamnya “Simultaneously, tention is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”
Enkefalin dan endorphin merupakan zat sejenis morfin, termasuk opiat. Efek keduanya tidak berbeda dengan opiat lainnya. Zat semacam ini meredakan ketegangan. Bedanya, enkefalin dan endorphin merupakan zat alami yang diproduksi oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. Jika morfin non-alami bisa memberi rasa tenang dan senang namun kemudian ketagihan dan memberikan efek negatif bagi tubuh, maka endorphin dan enkefalin tidak. Zat ini memberi rasa tenang, rileks, bahagia, lega secara alami. Hasilnya, seseorang tampak jauh lebih pede, optimis, hangat dan menyenangkan.
Marilah kita amalkan Shalat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt dan rasakan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan! [islampos]
Meraih sehat tidak hanya dengan cara berolahraga, tapi bisa diraih lewat beribadah, salah satunya dengan ibadah sholat dhuha. Rasulullah Saw bersabda “Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim).
Berdasarkan hadist tersebut waktu utama Shalat Dhuha adalah diakhirkan yaitu ketika matahari telah mulai menyengat, pasir mulai panas sehingga panasnya dirasakan oleh kaki anak-anak unta. Jika menurut kondisi di Indonesia antara pukul 10-11.00, atau lebih dari itu tapi hati-hati terhadap waktu haram yang muncul sekitar pukul 11.30 sesuai waktu dzuhurnya. Pada waktu-waktu tersebut tubuh memerlukan energi dan harus bersiap menghadapi strees yang menempa.
Oleh karena itu pada waktu-waktu tersebut kita membutuhkan peregangan untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Caranya adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Jika tidak memungkinkan dikerjakan pada waktu-waktu utama, shalat dhuha bisa dilakukan di awal sebelum melakukan aktivitas harian.
Apa hubungannya peregangan dengan shalat Dhuha? Rasulullah Saw menyebutkan peregangan dengan ungkapan santun yaitu “Hak dari tiap persendian”. Seperti yang diriwayatkan Buraidah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya , “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya” (H.r. Ahmad dan Abu Dawud).
Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.
Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya yang luar biasa! Abu Darda’ r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman : “wahai anak adam, shalatlah untuk-ku empat rakaat dari awal hari, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (shahih al-jami: 4339).
Selain sebagai peregangan untuk menyongsong hari yang penuh tantangan, Shalat Dhuaha mampu menghilangkan resiko stress yang timbul karena kesibukan yang kita lalui. Dengan melaksannakan Shalat Dhuha kita rehat sejenak dari segala aktifitas sehingga kita merasa rilek dan stres pun terhindarkan. Dr. Ibrahim Kazim menyatakan bahwa secara bersamaan, ketegangan di pikiran akan berkurang disebabkan komponen spiritual saat sholat, dengan adanya sekresi enkefalin, endorphin, dinorfin dan semacamnya “Simultaneously, tention is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”
Enkefalin dan endorphin merupakan zat sejenis morfin, termasuk opiat. Efek keduanya tidak berbeda dengan opiat lainnya. Zat semacam ini meredakan ketegangan. Bedanya, enkefalin dan endorphin merupakan zat alami yang diproduksi oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. Jika morfin non-alami bisa memberi rasa tenang dan senang namun kemudian ketagihan dan memberikan efek negatif bagi tubuh, maka endorphin dan enkefalin tidak. Zat ini memberi rasa tenang, rileks, bahagia, lega secara alami. Hasilnya, seseorang tampak jauh lebih pede, optimis, hangat dan menyenangkan.
Marilah kita amalkan Shalat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt dan rasakan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan! [islampos]
Friday, December 13, 2013
Cara Kanan Memberlakukan Uang
Islamedia - Anda ingin beruang? Maksud saya, punya banyak uang, baik dan berkah? Ada caranya. Murah dan mudah, namun agak tidak lumrah. Yang utama adalah mengubah "cara pandang" kita tentang uang.
Anggaplah uang itu “hidup”, bisa berteman dan bersosialisasi sebagaimana kita. Dan perlakukan dia dengan baik.
Jika uang sedang “istirahat” di dompet kita, atur dia yang baik. Luruskan dan rapikan, seperti petugas bank memperlakukannya. Uang seratus ribu disatukan dengan seratus ribu, dan lima puluh ribu dengan lima puluh ribu. Angka dengan angka, gambar dengan gambar, dan kepala dengan kepala.
Jika kita memperlakukan uang seperti itu, maka dia akan merasa nyaman, senang dan bahagia di dompet kita. Dia kerasan. Jika kita membelanjakannya, dia akan woro-woro, membuat pengumuman kepada teman-temannya sesama uang besar. Tidak itu saja, dia juga akan mempengaruhi dan mengajak teman-temannya, uang seratus dan lima puluh ribu, untuk mampir ke dompet kita. Dia akan promosi bahwa dompet kita adalah rumah yang aman, nyaman, yang full AC dan full audio. Kulkas juga ada. Makanya, pastikan uang di dompet kita cuma cepek dan goban, dua pecahan rupiah terbesar.
Kenapa? Karena umumnya uang cepek bersahabat baik dengan cepek, dan uang goban suka ber-soulmate dengan goban. So yang akan mereka ajak juga uang besar. Kalau kita menyimpan uang seribu dan coin, dia juga akan mengajak sesama uang receh. Bahaya. Dompet kita bisa penuh tapi cuma isi uang seribu dan coin.
Trus, bagaimana dengan pecahan dua puluh ribu rupiah ke bawah? Gampang. Berapapun itu, taruh di laci mobil atau saku. Jangan di dompet. Itu untuk jatah sedekah kepada pengemis dan pengamen. Juga untuk uang parkir dan bayar tol. Sedekah kok uang receh? Siapa bilang?! Karena uang di dompet kita hanya bilangan seratus dan lima puluh ribu, maka ketika shalat di masjid, bertemu cleaning service, room boy atau tergerak sewaktu-waktu kepada orang yang membutuhkan di jalan, sedekahnya pasti minimal lima puluh rebu! Mosok laci mobil mau dibawa kemana-mana? Yang bener ajja.
Jangan sekali-sekali menyimpan uang di dompet secara berantakan dan campur baur. Kaki disatukan dengan kepala, gambar dengan angka, seratus ribu dengan seribu dan dua ribu. Bisa pusing dia. Mengamuk. Jika keluar dompet, dia tidak mau kembali lagi kepada kita. Kapok.
Jika dompet kita sedang kosong blong alias tongpes, tenang saja. Tetap santai. Cool, calm and confidence. Bayangkan saja, kita sedang hadir di acara jamuan makan atau resepsi sebagai undangan VVIP. Di meja kita ada lima orang,dan semua diberi minuman segelas penuh. Diantara lima orang itu ada satu orang yang sudah minum habis, yaitu kita. Yang lain masih penuh, belum diminum sama sekali. Kemudian lewatlah seorang pelayan cantik di depan meja kita. Begitu sang pelayan melihat meja kita, dia menawari minuman tambahan. Pertanyaannya: Siapa yg ditawari, yang gelasnya sudah habis atau yang masih penuh? Tentu saja yang sudah kosong. So, ketika dompet kita sedang kosong, pikirkan dan katakan kepada diri kita sendiri, “Sebentar lagi, pasti ada yang menawari uang”.
Kalau mau kreatif sedikit, pas momentum yang tepat, misalnya ketika sedang bersua pengemis tua yang buta dan kelaparan, silakan curhat kepada Tuhan, “Ya Tuhan, kasihan sekali Pak Tua itu. Tapi, beginilah kalau saya tidak punya uang. Tidak kuasa membantunya. Oleh karena itu, Ya Tuhan. Berilah saya uang yang halal, baik dan melimpah, agar bisa membantu Pak Tua dan lebih sering berbagi kepada sesama".
Kalau mau lebih powerful, untuk memelihara diri agar rezeki lancar tiada henti, siapkan kota amal di dekat tempat tidur. Begitu bangun pagi, langsung take action sedekah minimal lima puluh ribu rupiah. Soal distribusinya kepada fakir miskin, anak yatim, dan lain-lain, itu mudah. Bisa besuk, lusa, sepekan atau sebulan kemudian. Yang jelas itu uang sedekah, dan sudah bukan uang kita lagi.
Mohon agar selalu tetap diingat. Kita, manusia, adalah makhluk (ciptaan) Tuhan yang paling mulia. Manusia lebih mulia daripada jin dan syetan, hewan dan tumbuhan. Juga jauh lebih mulia daripada alam, gunung, laut dan batu. Dan uang itu bukan ciptaan Tuhan, tapi ciptaan manusia. Tentulah derajat ciptaan manusia jauh lebih rendah daripada ciptaan Tuhan. Maka, derajat uang itu juga jauh lebih rendah daripada batu dan besi. So, jangan pernah mau diperbudak uang.
Tuhan (Khaliq) tidak membutuhkan manusia (makhluq), tapi manusialah yang membutuhkan Tuhan. Logikanya, manusia (pencipta) tidak membutuhkan uang (yang dicipta), tapi uanglah yang membutuhkan manusia. Maka jangan tempatkan uang di hati, tapi di tangan. Dan jangan jadikan uang sebagai tujuan, tapi sekedar sarana. Sarana untuk berbuat baik: untuk zakat, sedekah, qurban, memberi nafkah kepada keluarga, dan lain-lain kebajikan. Wallaahu a’lam.[Yahya Amin/Islamedia]
Credit : Islamedia.web.id
Sunday, December 8, 2013
Resensi Buku "Breaking The Time"
Judul buku : Breaking The Time
Penulis : Satria Hadi Lubis
Bismillahirrahmanirrahim pada kesempatan kali ini saya
akan mencoba mengulas buku ‘Breaking The Time’ karya Satria Hadi Lubis. Buku
ini menjelaskan Kiat memaksimalkan keterbatasan waktuagar hidup lebih dahsyat.
Dalam buku ini ada pendahuluan yang menjelaskan pengantar dan siapa yang cocok
membaca buku ini. Kalian yang katanya sibuk dan susah mengatur waktu pasti
cocok sekali baca buku ini. Dalam buku ini juga ada lima BAB yang menjelaskan
bagaimana kita bisa mengatur waktu nantinya secara spesifik.
Pada Bab pertama
dalam tahapan manajemen waktu adalah membuat misi. Misi menunjukkan siapa kita
dan untuk apa kita berbuat di dunia. Dalam dunia bisnis ada misi yang ingin
dicapai,tentu setiap manusia pun ada. Ketika misi digunakan dalam lingkup
perseorangan , misi berarti kristalisasi
nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh seseorang. Misi juga merupakan
asas dari setiap pribadi. Misi ada yang negative dan positif. Misi hidup
positif adalah misi hidup yang luhur. Misi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai
prinsip seperti kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian,
kesejahteraan,kesetiaan, keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan. Sebaliknya
misi negative dipengaruhi nilai-nilai yang hedonis ,semu seperti kedustaan,
kelicikan, kezhaliman, kesewenangan, kejahatan, kekikiran, keegoisan, dan
ketidaksetiaan. Ada beberapa cirri misi yaitu; luhur, fleksibel, menarik,
spiritual, jelas, dan singkat. Lalu ada beberapa cara membuat misi dengan
menjawab enam pertanyaan unsur misi. Setelah menjawab pertanyaan tersebut
digabungkan menjadi kalimat yang singkat dan jelas. Contoh ada di buku ini
dengan jelas digambarkan.
Pada Bab dua dalam tahapan manajemen waktu adalah
menentukan peran. Ketika punya misi sangat rugi jika tidak diaplikasikan.
Ketika mengaplikasikan misi, kita mengaplikasikannya dalam berbagai peran hidup
kita. Peran adalah posisi atau kedudukan dimana seseorang diharapkan melakukan
perilaku tertentu. Dalam kehidupan ini banyak orang yang punya bermacam-macam
peran. Ada peran yang utama dan juga pembantu. Karena itu butuh yang namanya
keseimbangan antar peran. Untuk itu kita perlu menciptakan sinergi antar peran
untuk menghemat banyak waktu dan tenaga. Ada dua langkah untuk menentukan
peran. Pertama kita harus menginventarisasi peran kita yang ada selama ini.
Tidak ada patokan jumlahnya karena setiap orang berbeda. Kemudian yang kedua
setelah peran kita terdata maka langkah kita adalah menyeleksinya. Ada dua
tahapan seleksi. Yang pertama dengan menyisihkan peran yang tidak sesuai dengan
misi hidup. Yang kedua dengan mengelompokkan peran sejenis. Contoh-contohnya
sangat jelas di buku, anda harus berani dalam menyisihkan peran yang tidak
sesuai dan menggabungkan peran sejenis.
Pada Bab tiga dalam tahapan manajemen waktu adalah
membuat visi peran. Setelah punya peran
kita diajak bermimpi. Kita bermimpi tentang masa depan nantinya yang sesuai
misi hidup kita. Buatlah visi yang menggairahkan hidup anda,bukan sekedar ikut-ikutan,
atau berilusi, atau hanya memikirkan esok hari. Ada enam cirri-ciri visi yang
baik; 1. Terukur 2. Fleksibel 3. Terjangkau 4. Menarik 5. Jelas 6. Singkat . jika
visi sudah dibuat maka kita harus berlatih untuk memvisualisasikannya. Cara
untuk melatih membuat visi dengan membayangkan dengan mata terpejam selama satu
menit: sebuah gambar mengenai anda yang sukses; sebuah gambar mengenai anda
yang berbahagia, santai, dan puas; sebuah gambar mengenai anda sepuluh tahun
mendatang; sebuah gambar mengenai anda yang lebih berat atau ringan 10 Kg;
sebuah gambar mengenai anda yang mempunyai banyak uang di bank; dsb. Berikut
ada beberapa langkah membuat visi peran: 1. Menciptakan visi besar 2.
Menciptakan visi peran anda 3. Letakkan di tempat yang mudah dilihat atau mudah
dibawa-bawa. Tiga langkah ini berawal dari mimpi besar kita sesuai misi hidup
lalu ditulis visi kita tiap perannya seperti apa sehingga mudah dievaluasi.
Kemudian jika sudah tertulis maka letakkan di tempat yang mudah terlihat
seperti kamar atau yang mudah dibawa seperti dompet. Di dalam buku ini ada
contoh secara gambar bagaimana visi peran ini.
Pada Bab empat dalam tahapan manajemen waktu adalah
membuat rencana pekanan. Setelah membuat visi peran kita perlu
merealisasikannya. Itu bisa dilakukan dengan mengevaluasi tiap pekan. Sebelum
membuat rencana itu kita perlu tahu tiga sifat waktu: 1. Waktu tidak dapat
diganti 2. Waktu dapat melenakan 3. Waktu adalah momen . di Bab ini dijelaskan
beberapa dampak pengaturan waktu yang buruk. Itu terjadi karena kita tidak bisa
mengatur keseimbangan misi dan visi peran kita. Di Bab ini juga ada penjelasan
terkait matriks manajemen waktu yang bisa membantu kita untuk memahami apakah
aktivitas ini sesuai dengan visi peran. Jika dicermati kuadran waktu terbaik
adalah kuadran II yang bisa membuat kita menjalani misi hidup dan dapat
menjalankan peran dengan baik. Lihat saja di bukunya ya. Sedang di kuadran IV
adalah yang memungkinkan fleksibilitas dan peluang. Setelah mengetahui matriks
manajemen waktu langsung beranjak ke lembar kerja pekanan. Di buku dijelaskan
secara detail pembuatannya.
Pada Bab lima dalam tahapan manajemen waktu adalah membuat
rencana harian. Bencana mengatur waktu itu berawal dari tidak adanya rencana
harian. Karena dengan tidak adanya rencana berpeluang untuk terjadinya
penundaan. Dengan seringnya menunda pekerjaan maka pekerjaan akan menumpuk di
kemudian hari pada satu waktu. Salah satu solusi adalah dengan membuat rencana
harian sesuai dengan peran hidup dan rencana pekanan yang sudah dibuat. Di buku
ada beberapa kiat untuk mengatasi kebiasaan buruk menunda. Ada sebelas kiat
yang luar biasa yang bisa diaplikasikan. Setelah mengisi lembar pekanan maka
kita perlu menulis rencana harian untuk merincikannya kembali di lembar yang
baru. Di buku ini ada contoh lembar harian sehingga bisa membantu dalam
pembuatannya. Ada lima langkah dalam menyusun rencana harian: 1. Jabarkan apa
yang akan anda kerjakan hari ini 2. Tulis perkiraan waktu untuk mengerjakannya
3. Urutkan pekerjaan anda setiap hari dengan cara member nomor urut 4. Biarkan ada
waktu luang dalam lembar waktu harian anda untuk member peluang melakukan
aktivitas mendadak dan spontan 5. Isi lembar harian itu setiap hari.
Tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari buku yang luar
biasa. Jika sudah membaca tulisan ini segera pinjam bukunya dan praktekkan di
kehidupan nyata. Semoga waktu-waktu kita nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik
dan bisa menjadi lebih produktif dalam beraktivitas.
By : Hasan
By : Hasan
Wednesday, December 4, 2013
Hukum Komsumsi Ikan Lele Pemakan Kotoran Manusia
Assalamualakum wr.wb.
Semoga Ustadz selalu dalam lindungan Allah S.W.T.amin…
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban dari pertanyaan saya.
Ustadz Sigit, di kampung saya ada seorang tetangga yang memelihara ikan lele, tapi diatas kolam ikan lele tersebut ada kakusnya (tempat buang air besar), jadi secara otomatis ikan-ikan lele itu mengkonsumsi hasil buang air besar orang tersebut.
Yang ingin saya tanyakan, Apakah hukum kehalalan ikan lele tersebut berubah menjadi haram karena mengkonsumsi najis (hasil buang air besar)? Lalu bagaimana pula hukum menjual ikan lele tersebut?
Atas jawaban dan penjelasan dari Ustadz, sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.
Waalaikumussalam Wr Wb
Jika dilihat dari jenis makanannya maka ikan lele yang anda maksudkan itu termasuk didalam kategori jallalah, yaitu binatang yang memakan kotoran. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw melarang dari memakan daging binatang jallalah dan juga susunya.” (HR. Abu Daud)
Al Khottobi mengatakan bahwa manusia telah berbeda pendapat tentang memakan daging dan susu binatang jallalah. Para ulama Syafi’i dan Ahmad bin Hambal mengatakan bahwa ia tidak boleh dimakan sehingga dikurung selama beberapa hari yang diberi makan dengan makanan yang suci dan apabila dagingnya sudah baik maka tidak apa-apa untuk dimakan.
Diriwayatkan didalam sebuah hadits bahwa sapi dikurung dan diberi makan dengan makanan yang suci selama 40 hari kemudian boleh dimakan dagingnya. Ibnu Umar pernah mengatakan bahwa ayam dikurung selama tiga hari kemudian disembelih.
Sedangkan Ishaq bin Rohuyah mengatakan tidak masalah dagingnya (jallalah) dimakan setelah dicuci bersih. Al Hasan al Bashri tidak melihat ada masalah tentang makan daging jallalah, begitu pula dengan Malik bin Anas. Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” bahwa tidak ada batasan waktu tertentu dalam pengurungan jallalah, sebagian ada yang berpendapat terhadap onta dan sapi adalah 40 hari sedangkan kambing 7 hari, ayam 3 hari dan inilah pilihannya dalam kitab al Muhadzab wa at Tahrir. (Aunul Ma’bud juz X hal 187)
Para ulama yang memakruhkan dan tidak membolehkan memakan daging jallalah bersepakat membolehkan makan daging tersebut setelah binatang itu dikurung dalam batas waktu tertentu dan diberi makan dengan makanan yang baik sehingga daging itu menjadi baik kembali. Hal itu dikarenakan yang menjadi sebab tidak dibolehkannya adalah adanya perubahan pada dagingnya dan ketika sebab itu hilang dengan dikurung maka binatang itu tidak disebut lagi dengan jallalah.
Adapun apabila binatang itu tidak dikurung terlebih dahulu maka pendapat yang kuat—wallahu a’lam—adalah makruh dimakan dagingnya, makruh pula telur, susu atau menaikinya tanpa menggunakan alas duduk. Pendapat ini dipilih oleh al Khottobi terhadap hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi saw melarang dari meminum susu jallalah.” Diriwayatkan oleh Abu Daud dan an Nasai dengan mengatakan,’makruh memakan daging dan susunya demi kebersihan dan kesucian.’—Ma’alimus Sunan juz V hal 306. (www.islamweb.net)
Pendapat yang bisa dipakai untuk menguatkan hal ini adalah apa yang dikatakan oleh Imam Malik bahwa kotoran yang dimakan oleh binatang jallalah tersebut telah berubah menjadi dagingnya sebagaimana darah yang berubah menjadi daging. Pernyataan ini seolah-olah mengatakan bahwa kotoran yang dimakan tersebut tidaklah ada pengaruhnya sama sekali terhadap bau maupun rasa dari daging binatang tersebut.
Dengan demikian diperbolehkan menjualnya baik sebelum maupun setelah dikurung dan diberikan makanan yang baik. Akan tetapi menjualnya setelah dikurung lebih baik daripada sebelum dikurung demi menjaga kebersihan dari dagingnya tersebut.
Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo, Lc
Bila ingin memiliki karya beliau dari kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :
Resensi Buku : Fiqh Kontemporer yang membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…
Credit : eramuslim.com
Bila ingin memiliki karya beliau dari kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :
Resensi Buku : Fiqh Kontemporer yang membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…
Credit : eramuslim.com
Monday, November 18, 2013
MUHAMMAD sebagai PENDAGANG
Penulis : Ippho
santoso – andalus - Khalifah
Mulailah dengan yang kanan.
Para ahli yang mulai meneliti sejak
1930-an percaya bahwa otak kiri adalah otak rasional, yang erat kaitannya
dengan kecerdasan intelektual (IQ), lebih bersifat logis, aritmatik, verbal,
segmental, focus, serial (linier), mencari perbedaan, dan bergantung waktu.
Sementara itu , otk kanan adalah otak emosional, (EQ), bersifat intuitif, spasial, visual, holistic, difus, parallel
(literal), mencari persamaan, dan tidak tergantung waktu.
Oleh
karena itu, otak kanan bisa mencuatkan empati, keramahan, keikhlasan, syukur,
dan pemaknaan hidup. Selain itu, kreativitas, gurauan, penceritaan, dan kiasan,
imajinasi, visi, intuisi, dan sintesis yang tidak dimiliki oleh otak kiri.
Ketahuilah,
termminologi lain untuk visi adalah niat. Pasti kita masih ingat dengan pernyataan,
“ mulailah dengan yang kanan”. Nah, itu semua kait mengait dengan pernyataan, “
mulailah dengan niat.”
Setiap orang adalah pemimpin. dalam
sabda nabi Muhammad “ Setiap manusia adalah pemimpin.” Itu artinya.” setiap
orang adalah teladan. Karena kami percaya sepenuhnya, kepemipinan yang baik
hanya dapat dicapai melalui keteladan yang baik. Tidak perlu dipertikaian lagi,
dengan sinsetis dan metode duplikasi, Sang Nabi adalah teladan yang tiada
duanya.
Berdaganglah engkau karena 9 dari
10 bagian kehidupan adalah berdagang. Dalam al – Quran
dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum, sebelum kaum itu
mengubah nasibnya sendiri. Disampaikan juga di ayat lain bahwa tiada yang
manusia dapatkan, kecuali apa yang ia usahakan. Itu artinya. Manusia diizinkan
dan dimampukan oleh Allah untuk memperbaiki keadaan, termasuk menjadi pribadi
yang mandiri.
Islam
sangat identik dengan dunia entrepreneurship.
Bukankah begitu ? Ironisnya, Muslim Indonesia sekarang jauh dari dunia entrepreneurship. Padahal, dengan
menjadi entrepreneur, Selain lebih
mandiri secara ekonomi, kita juga lebih mudah untuk membantu sesame, mencati
ilmu, dan beribadah.
Kekayaan tidak membawa mudharat
bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Itulah salah satu pesan penting Sang Nabi. Kenapa? Karena kekayaan dapat
memudahkan kita dalam beribadah. Sebaliknya kemiskinan itu dapat mendekatkan
kita dengan kekufuran. Misalnya, untuk berjihad, bersedekah, berzakat, berhaji,
berumrah, menafkahi keluarga, mencukupkan kebutuhan ahli waris, mencari
guru-guru ( mursyid), menuntut ilmu, menegakkan ekonomi syariah, membangun
sarana umat, dan meningkatkan bargaining
position umat.
Contoh
diambil dari kehidupan Nabi Muhammad SAW yang hidup dengan kekayaan tapi beliau tetap hidup bersahaja. Alih-alih
bermewah-mewahan, ia malah memanfaatkan hampir seluruh hartanya untuk tujuan
jihad dan sedekah. Dengan pola hidup sedemikian, ketika wafat beliau tiada
meninggalkan warisan, tiada pula meninggalkan utang.
Katakanlah kepada pihak yang engkau
ajak berjual-beli, tidak boleh menipu. Salah satu peringat
yang berbunyi “ Para saudagar akan dibangkitkan sebagai pelaku kejahatan pada
Hari Kebangkitan, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah dan berkata jujur.”
Manakala Al- Quran membingkainya dengan perumpamaan yang indah, yaitu
sempurnakn takaran dan luruskan timbangan.
Dan dalam gerak-gerik bisnis sehari-hari, siapapun akan mengamini
sepenuh hati bahwa kepercayaan memang tak ternilai harganya. Itu adalah akar
dari segala-segalanya. Tanpa kepercayaan cepat atau lambat entrepreneur akan
ditinggalkan oleh pelanggan-pelanggannya.
Barang siapa yang meras bahagia
jika dilebihkan umur daan rezekinya, hendaknya ia bersilaturahim. Kepercayaan
akan menciptakan silaturahim dan secara tidak langsung silaturahim akan
mendatangkan manfaat materi selain keberkahan. Tercantum pula dalam Al – Quran
“Kami jadikan engkau bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu mengenal.”
Sekali lagi, supaya saling mengenal untuk kesekian kalinya tautkan dan eratkan
silaturahim.
Sampaikanlah kabar gembira dan
jangan menakutkan-nakuti. Keberanian yang kami maksud adalah
untuk mencoba dan terus mencoba. Kerja keras dan menyempurnakan ikhtiar. Rupa-rupanya
tentang keberanian ini, jauh-jauh hari Allah telah melontarkan kalimat motivasi
di dalam Al – Quran, “ Mengapa engkau takut kepada selain Allah?” Keberanian mestilah
diiringi dengan kemahiran. Kerja keras mestilah diiringi dengan kerja cerdas.
Tanpanya, itu sama saja dengan jalan di tempat.
Karena tangan diatas adalah lebih
utama daripada tangan yang dibawah. Setiap manusia pasti
ingin berutung, tergantung dari segi apa keberuntungan yang diinginka
masing-masing manusia. Sesuatu itu dikatakan untung seandainya semakin tumbuh
bisnis kita, semakin tumbuh pula potensi kita. Sering kali manusia merasa kalau
mereka tidak dibekali potensi sama sekali. Padahal, mana mungkin begitu.
Dikutip dalam Al –Quran ,” Sesungguhnya telah kami jadikan manusia dalam
sebaik-baik bentuk.” Dilanjutkan pula dengan,”Engkau adalah umat yang terbaik.”
Setelah
menemui potensi maka berbagilah. Kutipan dari film Spiderman “Sesungguhnya
didalam kekuatan yang besar, tersimpan tanggung jawab yang besar.” Nah, jika seorang entrepreneur menerapkannya
dalam bisnis, maka jadilah ia spiritual
entrepreneur , dimana ia senantiasa menyebarkan kabar gembira dan
menebarkan manfaat, bukan sekedar cari untung.
Allah tidak akan berbelas kasih
kepada seseorang, apabila orang itu tidak mengasihi sesamanya. Educating
the customers, gathering the customers, expanding the market, improving self
performance, conducting bechmarking dan creting positive image adalah beberapa
manfaat mengapa seorang pengusaha itu harus bersahabat dengan pesaingnya.
Penutup. Beberapa
tips yang insyaAllah akan menambah bahkan melipatgandakan rezeki.
1. Gratitude DP.
Meletakkan syukur sebagai”uang muka”.
2. Entrepreneur prayer.
Menbiasakan “sholat bisnis”
3. Entrepreneur zikir.
Zikir secara otak kanan.
4. Spiritual FIFO.
Menyegerakan sedekah.
5. Spritual investment. Menperbanyak
sedekah.
6. Manajemen lemari baju.
Mengosongkan sepertiga isi lemari baju.
7. Manajemen kening.
Melapangkan kening, melapangkan rezeki.
8. Positivity triangle.
Berfikir positif ke tiga arah.
9. Competitor creation.
Menciptakan pesaing.
10. Multiplier and fulfillment.
Memastikan factor pengali dan factor pemenuhan.
Ringkasan dari utin
juli susanti
Sunday, October 27, 2013
Berat Itu Di Awal, Selanjutnya...Biasa Saja
Islamedia - Saat pertama kali belajar menyusun menu di mata kuliah Gizi
Dalam Daur Kehidupan(GDDK) sungguh dibuat kalang kabut bagaimana tidak harus
menyeimbangkan menu yg angka-angkanya nol koma dalam jumlah yg pas brp
karbohidrat protein lemaknya. Alhasil dibikin pusing begadang tiap malam sampai
mata kuyu. Ketakutan itu blm berakhir krn akan dibuktikan ketika nanti ujian
bakal menggarap soal yg sama, tp dalam waktu hanya 2 jam alias 120 menit.
Bukan namanya belajar, tiap pekan kami dijejali tugas yg
sama yaitu menyusun menu. Pekan pertama memang sangat ngosngosan selanjutnya
lama-lama mjd konsumsi wajib, bergelut dg yg namanya DKBM(Daftar Komposisi
Bahan Makanan).
Semester 2 kita br mendapat mata kuliah tsb, ternyata 4
semester berikutnya sdh menjadi konsumsi wajib makul-makul yg berisikan
menyusun menu. Sampai2 yg tidak begitu shabar pilihan akhirnya tidak milih
penjurusan untuk dietetik(dietition), tapi gizi masyarakat alias nutritionist.
Meski demikian tetap saja praktikum rumah sakit tdk bs
dihindarkan dari yg namanya susun menyusun menu. Hiks padahal di RS lebih harus
hati-hati karena pasiennya nyata, org sakit beneran. Bisa-bisa malpraktek kalo
salah ngasih preskripsi diet. Meski demikian kami tetap percaya diri karena apa?. kita sdh berlatih 4 semester
sebelumnya dan sudah biasa.
Begitulah dalam kenyataannya kita selalu merasa berat untuk
mengawali padahal jika sudah biasa akan terasa enteng bahkan dikatakan ahli(profesional).
Benarlah jika ada kata pepatah ala bisa krn biasa. Bisa itu soal waktu, bukan
melulu kecerdasan. Karena kecerdasan yg tdk diimbangi dg konsistensi perbuatan
juga bisa pudar.
Sama-sama berumus carbon, arang itu hitam tapi intan itu bs
jd perhiasan krn apa dibakar dalam tekanan bersuhu tinggi. Demikian juga besi
dan baja, baja lebih mengkilat dan kuat karena lebih banyak tempaan.
Membiasakan kebaikan awalnya sulit makanya harus usaha keras
untuk menerjang kesulitan itu. Diantaranya bergaul dg lingkungan atau
orang-orang yang baik. Secara tidak langsung kita akan dipaksa baik. Jika kita
tidak keluar dari jalan yang dituju insyaAllah menjadi seperti apa yang kita
citakan
Membiasakan diri membaca Al Quran tiap hari satu juz awalnya
susah tapi kalo niat kita kuat insyaAllah dimudahkan olehNya. Yang penting
biasakan dulu memegang dan membaca Al Quran tiap hari. Percayalah lama-lama ada
sesuatu yg hilang, ada perasaan yg tidak enak jika tidak membacanya meski hanya
selembar.
Jika sudah konsisten tingkatkan lagi target hariannya. Tak
terasa lama-lama biasa, bahkan bisa membaca lebih banyak.
Oh ya kita harus punya cita-cita yang lurus dan tinggi di
depan Misal "harus bisa hafal 30 juz" jd meskipun pd akhirnya blm
sampai hafal 30 juz setidaknya kita sdh bs membaca Al Qur an dg tahsin dan
Tartil. Karena modal yg harus dipenuhi untuk bisa hafal Al Qur an adalah bacaan
yg tahsin.
Bagaimana untuk bisa itu semua? Tentu belajar dan ikutlah
halaqoh Qur an, serta bershabar didalamnya.
Akhir kata teruslah memanah rembulan jikalau takpernah sampai, tapi pastikan anak panah
mengenai bintang.
*quote nostalgia kuliah dikampus putih(kesehatan) dilanjutkan di kampus Al Qur an:)
**salam takzim untuk seluruh dosen dan para asatidz asatidzah yg menginspirasi
Anindya Sugiyarto
Source : Islamedia
Subscribe to:
Posts (Atom)



