Friday, June 21, 2013

Tentang Jilbab di Layar Kaca Kita



Oleh: Maulana Yusuf[1]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]
Percayakah anda bahwa “jilbab” kini bisa jadi senjata juga bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran) ?. mungkin bagi sebagian kita akan mempertanyakan bagaimana mungkin? bukannya ghazwul fikri itu justru menjerumuskan wanita agar tidak menutup aurat ?
Tapi jangan salah, coba saja anda perhatikan layar televisi akhir-akhir ini. menjelang Bulan Ramadhan sudah bertaburan sinetron-sinetron yang bermodalkan akting “jilbab” dan kalimat “Assalamu’alaikum..” seolah-olah tontonan yang Islami, tapi inti jalan ceritanya tiada lain tiada bukan justru merusak generasi muda Islam.
“berjilbab” tapi pacaran, “berjilbab” tapi berikhtilat dengan lawan jenis, jalan berduaan, pegang-pegangan tangan, saling berpandangan dan segudang budaya rusak anak pacaran yang sekali lagi merupakan budaya yang bersebrangan dengan nlai-nilai Islam, bahkan menghancurkan generasi Islam.
ikon “jilbab” dan untaian “Assalamu’alaikum..” hanya jadi kedok untuk membungkus isi tayangan yang sebenarnya rusak seolah layak untuk ditonton karena bernuansa “Islami”.
lebih parahnya lagi, ada sinetron yang para pelakonnya bergama Nasrani/Non Islam malah berperan sebagai pemuda muslim dan pemudi muslimah dengan mengenakan koko, peci serta berjilbab. Sableng!
Yang perlu menjadi perhatian kita, jangan kita mudah memberikan rasa peduli dan dukungan terhadap “sesuatu yang berjilbab” dengan alasan Syi’ar.
kalau konteks jilbab seperti sebgaimana yang disebutkan diatas, apa faedahnya? apa manfaatnya? toh yang ada justru secara tidak langsung melecehkan syariat dan tata cara berjilbab yang syar’i. Secara tidak langsung juga mengajarkan kepada generasi muda yang berjilbab khususnya, bahwa dengan berjilbab kita masih tetap bisa pacaran, masih tetap bisa gaul bareng temen-temen cowok, masih bisa tebar pandangan bahkan di areal masjid sepulang sholat terawih.
begitupun dalam konteks Fatin Shidqia Lubis dengan acara X-Factor-nya, jangan hanya karena berjilbab justru semakin didukung untuk kontes biduan semacam itu. Apa makna yang ingin digapai ? syi’ar-kah? syi’ar versi apa jika dikombinasikan dengan event dan lingkungan karir semacam itu? bagaimana jika dukungan terhadap Fatin justru membuat pola fikir remaja muslimah yang berjilbab jadi “kepingin” ikut-ikutan jadi biduan seperti Fatin yang bahkan dapat dukungan dari MUI?. Remaja muslimah seolah secara tidak sadar dibredeli nilai-nilai jilbabnya. Berjilbab tapi berlenggak-lenggok dipanggung, berjilbab tapi mendayu-dayu diatas panggung.
Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]
Dalam kasus Fatin dengan acara X-Factornya yang mendapat dukungan dari MUI hanya lantaran berjilbab, jujur memang saya pribadi penulis belum pernah menonton sama sekali acara tersebut. Bahkan penampilan Fatin seperti apa di panggung X-factor saya tidak tahu. Tapi, kalau memang alasan syi’ar, tolong jawab pertanyaan saya, lagu apa yang Fatin nyanyikan diatas panggung X-factor? lagu-lagu bernuansa “da’wah”-kah?? atau lagu-lagu percintaan model anak-anak alay (norak) zaman sekarang? lalu dimana letak “syi’ar-nya”??
Menurut penulis, didalam menyikapi kasus Fatin Shidqia Lubis di acara X-Factor tersebut, seharusnya MUI bukan malah memberi dukungan, tapi memberi nasehat yang intinya seperti ini:
“Nak,ajang nyanyi-nyanyi seperti ini bukan budaya kita sebagai umat Islam, terlebih kondisi adik yang berjilbab, Di habitat seperti ini bertaburan syubhat dan maksiat yang mengelilingi, engkau adalah wanita, yang rapuh dan mudah terbawa perasaan bahkan tidak menutup kemungkinan engkau terjerumus dan terbawa arus maksiat yang besar di tempat ini. Lebih baik, carilah jalan lain yang dapat semakin mendekatkanmu pada Allah, yang dapat benar-benar membentukmu dan menjadikanmu seorang Muslimah yang penuh cinta kepada Allah, dan Allah-pun cinta kepadamu. Yang dapat menjadikanmu perhiasan yang paling berharga di dunia ini, yang memuliakanmu sebagai wanita yang sesungguhnya, menjadikanmu wanita yang sholehah. Tinggalkan lingkungan semacam ini yang hanya membahayakan akhlak dan agamamu, karena kemuliaan dirimu bersama agamamu, sungguh takkan dapat kau tukar dengan apapun. Apalagi hanya sebatas gemerlapnya popularitas dan limpahan materi yang berlimpah.
bahkan kabar terakhir menyebutkan, bahwa ternyata MUI menyesali sikap fatin yang dulu pernah didukung oleh MUI, kin malah turut mendukung terselenggaranya acara kontes Miss World di Indonesia, yang padahal umat Islam bahkan MUI tengah bersusah payah berjuang agar kontes Miss World di Indonesia tidak dilaksanakan karena menodai citra Indonesia khususnya kaum muslimin yang merupakan mayoritas di negeri ini.
Ini menunjukkan, sang ikon jilbab yang dulu didukung terus untuk berkiprah di tempat karir yang rusak seperti itu,  telah benar-benar cepat atau lambat tak mampu menghalau derasnya gelombang maksiat dan pola pikir yang ada di habitatnya tempat ia memulai karir dan popularitasnya.
kedepan, semoga kita semakin berhati-hati didalam menyikapi persoalan sosial yang timbul ditengah-tengan masyarakat. Bukan hanya berdasarkan tampilan, perasaan baik, dan semangat yang menggebu tanpa dituntuntun dengan dalil. tapi timbanglah kesemua itu berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan As-sunnah yang Shahih dengan pemahaman Salafush shalih. Agar kita tidak terjebak akan propaganda musuh-musuh Islam didalam merusak moral generasi Islam dengan cara-cara halus, yang bahkan mungkin kita tidak menyadarinya hanya karena kita terlupa karena menilai sesuatu berdasarkan semangat dan perasaan kita saja..
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
” تركت فيكم أمرين ، لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما : كتاب الله وسنتي “[رواه مالك بإسناد حسن].
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnahku” (HR. Malik dengan Sanad Hasan)
خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik generasi adalah generasi saat aku diutus di dalamnya, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka”
Dan yang paling mendesak memang, umat islam khususnya di indonesia sangat butuh media televisi yang benar-benar dapat membentuk kepribadiannya menjadi seorang muslim yang sebenarnya, pribadi muslim yang taqwa, yang bertauhid, cinta akan sunnah dan cinta akan nilai-nilai Islam untuk diterapkan dalam kehidupannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada ummat ini untuk dapat mewujudkan itu semua.
Wallahu A’lam Bish Showab.

Sumber : Era Muslim

Thursday, June 20, 2013

Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Mutalib r.a

Dikirim oleh aan | Pada 


Nama sebenarnya Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim, seorang paman Nabi dan saudara sepersusuannya. Dia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian, Ia Ikut Hijrah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan ikut dalam perang Badar, dan meninggal pada saat perang Uhud, Rasulullah menjulukinya dengan “Asadullah” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada”.
Ibnu Atsir berkata dalam kitab ‘Usud al Ghabah”, Dalam perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy, sampai pada suatu saat beliau tergelincir sehingga ia terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan dirobek perutnya . lalu hatinya dikeluarkan oleh Hindun kemudian dikunyahnya hati Hamzah tetapi tidak tertelan dan segera dimuntahkannya.
Ketika Rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib, Beliau sangat marah dan Allah menurunkan firmannya ,” Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Qs; an Nahl 126)
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq didalam kitab,” Sirah Ibnu Ishaq” dari Abdurahman bin Auf bahwa Ummayyah bin Khalaf berkata kepadanya “Siapakah salah seorang pasukan kalian yang dadanya dihias dengan bulu bulu itu?”, aku menjawab “Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib”. Lalu Umayyah dberkata Dialah yang membuat kekalahan kepada kami”.
Abdurahman bin Auf menyebutkan bahwa ketika perang Badar, Hamzah berperang disamping Rasulullah dengan memegang 2 bilah pedang.
Diriwayatkan dari Jabir bahwa ketika Rasulullah shallallahu alaihi wassalam melihat Hamzah terbunuh, maka beliau menagis.
Ia wafat pada tahun 3 H, dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam dengan “Sayidus Syuhada”.
Source : Kisahislami.com

4 Hal yang semakin berkurang - Quotes

  by : Hajairin 
4 hal yang semakin berkurang :
Wajah yang baik bukan karena ketampanan atau kecantikan, melainkan dengan memelihara kehormatan.
Kata kata yang baik, disertai dengan pengalaman agama yang kuat.
Persaudaraan yang baik, disertai dngan kesetiaan dalam menjaga ukhuwah.
Kurang peduli terhadap saudaranya yang terlepas dari indahnya ikatan ALLAH

[NEWS] Kuliah Umum Menjelang Ramadhan - Event

Assalamu'alaikum wr.wb...

Ikhwafillah.. Ayo datang berbondong-bondong ya cari ilmu menjelang Ramadhan.. Insya Allah banyak manfaat yang akan antum dapatkan setelah menghadirinya..



don't forget ...
yukkk.....mariiii....

[NEWS] "GEBYAR JILBAB" Lomba Kreasi Hijab Syar'i - Warta IQ

Assalamu’alaikum wr.wb

Bismillah :) ikhwa fillah, apa kabar? Semoga kita semua selalu diberi rahmat dan karuni-Nya selalu ya,, Aminn :). kali ini warta iQ akan menginfokan sedikit  tentang acara GEBYAR JILBAB yang diselenggarakan oleh FKMI Al-Iqtishad FE UNTAN dalam perayaan rangkaian MILAD IQ (baca:Iqtishad) yang ke-18  yang bekerjasama dengan Toko Baju Khadijah dan juga pihak MAN2 Pontianak beberapa hari yang lau, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2013. Acara dilaksanakan di Aula MAN2 yang berada di  Jl. A.Yani Pontianak, Kal-Bar. Dan diikuti oleh siswi-siswi MAN2 itu sendiri.

Pertama-tama acara dimulai dengan pembukaan oleh MC andalan kami yaitu ukhtina Putri Dona Balgis a.k.a Kak PDB yang mebuat suasana menjadi sorak meriah dan heboh. Jadi makin antusias deh mau ngikutin lombanya. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh ukhtina Firda Niswatul Ulia Putri. Suasana yang tadinya heboh, menjadi hening senyap karena ara peserta dan juga panitia mendengarkan dengan hikmat.
 
Kata sambutan pun disampaikan oleh perwakilan dari MAN2  Ibu Siti sebagai pengajar disana. Lanjut lagi deh dengan seminar yang disampaiakn oleh ukhtina Mitta Nur Affah tentang bagaimana cara memakai jilbab yang benar. Banyak sekali ilmu yang didapatkan dari seminar ini. Pengetahuan para peserta pun bertambah, termasuk saya sebagai panitia sehingga kami pun lebih bersemangat dalam berhijab.


Nah, it’s time to lomba jlbabnya.. eitss nanti dulu, sebelum lomba, ukhtina Widyastuti, salah satu juri dalam perlombaan jilbab akan menyampaikan tutorial atau mendemonstrasikan bagaimana sih memakai jilbab yang gaul, keren, dan modis, tapi tetap sya’i. Mbak Wid (nama yang biasa disapa) pun meminta 3 orang sukarelawan untuk menjadi modelnya dalam memakaikan jilbab. Peserta pun awalnya ragu, tapi majulah dua orang dari peserta dan satu orang dari panitia yaitu ukhtina Badriah. Setelah lama panjang bin lebar penjelasan dan juga prakter langsung akhirnya jadlah 3 model tadi memakai jilbab yang cantik, modis, gaul, dan tetap syar’I. 

Akhirnya dimulailah lomba jilbabnya. Peserta sebanyak 10 kelompok, 1 kelompoknya terdiri atas 2 orang, yang diantaranya satu sebagai model, dan lainnya sebagai pemakai jilbab. Lomba pun dibagi menjadi dua ronde. Ronde pertama 6 kelompok yang berlomba, sisanya di ronde kedua. Pertama-tama para model lomba harus memaki ninja (kerudung dalam) terlebih dahulu, dan lannya berebut mengambil model jilbab yang akan dipakai untuk menghias jilbab dalam perlombaan.

 “yang udah dapat ilbab silahkan duduk di kursihnya.” Teriak kak PDB memakai mic tanda loba akan segera dimulai.

Dalam hitungan satu, dua, dan tiga, dimulailah lomba jilbabnya. para peserta yang memakakan jilbab pun dengan cepat memakaikan jilbanya terhadap temannya. Dengan beragam kreativitas terciptalah berbagai macam model jlbab baru dan syar’I dari masing-masing peserta. Tak lupa MC pun menyampaikan beberapa ketentuan penilaian untuk memenangkan lomba, antara lain : keindahan dari jilbab tersebut, keserasian antara paduan warna, kesyar’ian, dan juga kerapian dalam memakai jilbab.  

Setelah selesai, saatnya penilaian. Juri terdiri atas dua orang yaitu Ukhtina Sukma dan juga Ukhtina Widyastuti yang tadi memberikan tutorial cara memakai jlbab modis dan syar’i. mereka pun melakukan penilaian dengna seksama. Setelah berunding-runding (baca:berdiskusi) dibelakang peserta, akhirnya  dapatlah tiga orang pemenang.


 Dan berikut nama-nama pemenang dalam lomba kreasi jilbab atau “GEBYAR JILBAB” yang diselenggarakan oleh Kemuslimahan FKMI A-Iqtishad :
Juara Pertama   : Maisaroh dan Suci Novita
Juara Kedua       : Fitrah dan Sarah
Juara Ketiga        : Zainiyatul Ainiyah dan Septi Dwita Sari

Pengumuman pemenang diumumkan pada akhir menjelang acara, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenang dari pihak FKMI Al-Iqtishad yang disponsori oleh Toko baju Khadijah kepada Ibu Siti sebagai perwakilan dari Pihak MAN2 Pontianak. Acara pun ditutup dengan acara foto bersama.



 Ini dia foto para peserta dan juga para panitia. Gimana sob, seru kan acaranya… bagi kamu yang gak sempatngikutin lombanya tahun ini, gak usah patah hati ampe mewek (bercanda :D), Insya Allah FKMI Al-Iqtishad akan menyelenggarakan acara yang sama tahun depan. Doakan aja, ane masih bisa jadi panitianya :D

Akhir kata wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum wr. wb. Dan juga hamdalah ^^

Tuesday, June 18, 2013

7 Orang yang Berstatus Mati Syahid


Seseorang yang meninggal karena 7 perbuatan di bawah ini adalah mati syahid, dimana pahala yang diterimanya sama dengan pahalanya para syuhada’.
Diriwayatkan oleh Shafwan bin Umayyah ra dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda,
“Orang yang mati karena wabah tha’un (kolera) adalah syahid, orang yang mati karena tenggelam adalah syahid, orang yang mati karena peperangan adalah syahid, orang yang mati karena sakit perut adalah syahid, dan wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.”
Diriwaytkan oleh Imam An Nasaa’i dari hadits Uqbah bin Amir ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Ada lima perkara, barangsiapa mati karena lima perkara tersebut, maka ia terhitung mati syahid. Kelima perkara itu adalah: orang yang terbunuh fii sabilillah, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena penyakit perut, orang yang mati karena wabah kolera, dan wanita yang mati karena melahirkan termasuk syahid fii sabilillah.”
Juga diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Orang yang terbunuh fii sabilillah adalah syahid, orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid, orang yang mati karena tenggelam adalah syahid, wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid dan orang yang mati karena wabah kolera adalah syahid.”
Sedangkan menurut Istibsyaroh dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Syuhada’ (orang-orang yang mati syahid) yang selain terbunuh di jalan Allah SWT itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah tha’un adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, penderita penyakit lambung (semacam liver) adalah syahid, mati karena penyakit perut adalah syahid, korban kebakaran adalah syahid, yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.”
(HR. Malik, Ahmad, Abu Dawud, dan An Nasa’i).

sumber : kisahislami.com

Monday, June 17, 2013

Hiduplah Sebatas Hari Harimu

Oleh Syeikh Muhammad Al Ghazali
Galau, risau, Stress ?? 
Salah satu kesalahan manusia adalah menanggung beban masa depannya yang masih jauh pada saat sekarang ini. Bila seseorang berangan-angan maka pemikirannya beralih ke ruang tanpa batas, yang segera dipenuhi oleh bisikan, praduga dan kecemasan yang segera mencengkramnya.Keraguan dan kegelisahan  Itu semua akan menipu kita . Mengapa tidak hidup dalam batas harimu yang ini saja..
Psikolog Barat Dale Carnegi  telah meneliti sejumlah tokoh  sukses dari orang yang tidak terpengaruh masa depan tapi mencurahkan perhatian pada kondisi saat ini semata. Dengan cara yang cerdas ini hasilnya adalah keamanan bagi kondisi mereka saat itu dan sekaligus hari esoknya. Ungkapnya,” Kami tidak mengejar tujuan yang secara tiba-tiba terlintas dalam pikiran kami dari masa yang jauh. Kami hanya mengerjakan pekerjaan yang jelas dan nyata ada di hadapan kami hari ini ‘..nasihat dari seorang terkemuka di Inggris thomas Carlel.
Hidup dalam batasan hari ini menurut nasihat di atas sesuai pula dengan apa yang sudah dinasihatkan oleh Rasulullah SAW  “ Barang siapa bangun dipagi hari dengan hati tenang, badan yang sehat, memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah ditundukkan seluruhnya kepadanya. (H.R. At Tirmidzi)
Jika telah terbit subuh, Khalilullah Ibrahim As  berdoa ,  “ Ya Allah ini adalah ciptaan (hari) baru, maka bukakanlah ia untukku dengan ketaatan kepadaMU dan tutupllah dengan ampunan dan ridha-Mu. Ya Allah berilah aku rezeki di dalamnya dengan penerimaan yang baik dariku , tumbuhkan dan lipat gandakan ia untukku, dan ampunilah untukku keburukan yang aku ketahui ada padanya. Sesungguhnya engkau Maha Pengampun, Maha Pengasih, Maha Penyayang ,  dan Maha Mulia,” Beliau berkata, “ Barang siapa yang berdoa dengan doa ini di pagi hari, maka ia telah mensyukuri harinya.”
Dalam keseharian Rasulullah SAW, beliau menunjukkah kebenaran cara ini dalam menata kehidupan, menghadapi setiap bagiannya dengan penuh semangat dan harapan baru. Apabila tiba waktu pagi Rasulullah berkata, “ Kami berada di waktu pagi, dan menjadilah kerajaan milik Allah. Segala puji bagiNya , tidak ada sekutu bagi Nya, Tidak ada Tuhan selain Dia, dan hanya kepadaNya tempat kembali.” Dan jika tiba waktu senja , beliau mengucapkan, “ Ya Allah , aku mendapati waktu sore dari Mu dalam kenikmatan, keafiatan dan perlindungan. Maka sempurnakanlah untukku nikmat Mu, ke’afiatan dari Mu dan perlindungan Mu di dunia dan akhirat…” (H.R. At Tirmidzi)
Sebagian manusia meremehkan pemberian Allah SWT kepadanya berupa keselamatan dan ketenangan diri dan keluarganya. Terkadang kelalaian besar ini semakin menjadi-jadi dan bertambah akibat hilangnya harta kekayaan dan kekuasaan. Sikap seperti ini sama halnya dengan lari dari kenyataan , merusak  agama dan dunia.
Konon, suatu hari seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin Amir bin Ash, “ Bukankah aku ini termasuk orang miskin dari kalangan muhajirin?” Abdullah pun balik bertanya, “ Apakah engkau memiliki istri tempat mencurahkan kasih sayang? Dia menjawab , “ Ya.” Lalu Abdullah bertanya lagi , Apakah engkau memiliki rumah sebagai tempat tinggal ? Dia menjawab “ Ya.’ Maka Abdullah pun berkata” Engkau termasuk golongan orang kaya,” orang itu pun menambahkan “ saya juga memilliki seorang pelayan,” Lalu Abdullah berkata “ Kalau begitu engkau termasuk golongan Raja,” jawab Abdullah
Simak petuah Abu Hazim yang mengatakan “ sesungguhnya antara aku dan para raja itu sama-sama berada dalam hari yang sama. Hari kemarin sudah tidak mereka rasakan lagi lezatnya. Sedangkan esok hari , aku dan mereka sama-sama mengkhawatirkannya …Jadi yang ada hanyalah hari ini.” Sosok saleh yang fakir ini mengingatkan para raja dan bangsawan bahwa kelezatan hidup di masa lampau akan sirna bersama berlalunya hari.
Dengan demikian yang tersisa hanyalah “hari ini” dimana bagi orang yang berakal akan mengoptimalkannya pada setiap detiknya. Dalam bingkai “hari ini’ juga seorang yang mampu menata diri dan memantapkan tujuan akan berubah menjadi raja!
Hidup dalam batasan hari ini bukan berarti apatis dengan masa depan dan tidak mempersiapkan diri untuk menyongsongnya karena persiapan akan hal itu merupakan hal yang baik dan rasional. Hanya ada perbedaan antara perhatian dan kekhawatiran akan masa depan dengan menghadapinya secara berelebihan, juga ant  ara beraktivitas hari ini dan kecemasan tentang apa yang telah dipersiapkan untuk esok.  SO ? … just tawaqal kepada Allah
Pada hakikatnya , merasa cukup secara material, menerima dengan baik apa yang ada dalam genggaman dan tidak berpegang kepada angan-angan adalah inti dari kebesaran jiwa dan rahasia kemenangan atas berbagai krisis. Yaitu orang-orang yang tidak mengeluh atas kehilangannya, dan tidak merasa sombong bila karunia mendatanginya – LL/Gz

Sumber : eramuslim.com